NGAWI –
Minggu (21/07/2013) ada sebuah tradisi yang unik dalam menunggu waktu berbuka
puasa, ruang publik di tiap daerah, baik desa maupun kota akan tampak ramai
oleh warga yang berjalan-jalan atau berkumpul sambil bercengkrama tidak terkecuali
di kota Ngawi. Kabupaten yang terletak
paling barat untuk wilayah Jawa Timur
ini menyimpan talenta dan ragam budaya yang beragam apalagi saat menunggu waktu
berbuka puasa ada acara istilah kerennya " Ngabuburit ".
" Ngabuburit ",
demikian istilah fenomena sosial tersebut di kalangan masyarakat Sunda
Jawa Barat. Ngabuburit berasal dari kata " Burit " yang mengandung arti waktu sore menjelang maghrib.
Ngabuburit telah menjadi tradisi
sebagian besar masyarakat muslim Indonesia selama bulan Ramadhan,
sebagai aktifitas sore hari dalam menunggu waktu berbuka puasa.
Tradisi ini secara seragam berlaku pula di
daerah-daerah lain di Indonesia, mungkin dengan istilah yang berbeda, namun
pada praktiknya sama. Namun, istilah ngabuburit menjadi lebih
populer dan akrab di telinga masyarakat umum setelah banyak dipublikasikan
serta diangkat sebagai pengisi acara Ramadhan oleh media
elektronik.
Ada bermacam-macam kegiatan yang bisa dilakukan
dalam mengisi waktu berbuka puasa. Masyarakat Kota Ngawi yang berada di sekitar Alun-alun berkumpul sambil main letop menikmati fasilitas Wifi yang di
sediakan Pemerintah Kabupaten tersebut dan anak-anak bermain bersama,
sering kali berkeliling dengan berjalan kaki atau menggunakan kereta mini.
Ada yang lebih menarik di pojok alun-alun Ngawi latihan
kontes burung, ketika Media ini meminta keterangan dari Ketua panitia Yuli Sukle tentang
latihan kontes ini dijelaskan, bahwasanya acara rutin di lakukan tiap hari minggu, meskipun di
bulan Ramadhan ini latihan
kontes tetap di lakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa. “ Kami rutin mengadakan latihan
kontes burung ini di setiap hari minggu ada lima kelas dalam katagori kontes
kelas 1.Burung Pleci, Kacer, Cendet, Cocak Hijau dan kelas campuran dan peserta
yang ikut dalam latihan kontes ini sekitar 150 meliputi Kec Ngawi dan
sekitarnya.” Jelasnya.
Beda lagi
dengan masyarakat yang berada di pedesaan biasanya mengadakan mengaji bersama
di Masjid, Mushola secara estafet, mencari hasil kebun atau memancing ikan
untuk menu buka puasa.
Ada juga
yang mengadakan acara olah raga motor cross dan yang sekarang menjadi
buming di kalangan anak-anak muda ketika menunggu waktu buka puasa dengan
mengadakan acara balapan motor. Acara tersebut mampu menyedot antusias penonton
untuk menyaksikan dan banyak aktivitas lainnya yang produktif dan memiliki
nilai silaturrahmi.(Byaz)
Redaksi@Suryajagad.Com
Redaksi@Suryajagad.Com


Posting Komentar