Ngawi - Senin (29/07/2013) Puasa Ramadhan yang ke 20 dan malam ini menuju malam yang ke 21 seluaruh umat Islam saling berlomba-lomba dalam ibadah malam berharap akan mendapatkan Lailatul Qodar. Satu malam yang
penting yang terjadi pada bulan Ramadhan. Al-Qur’an menyebut malam ini
sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Inilah satu malam yang
sangat sakral, dimana kitab suci Al-Qur’an diturunkan malam ini sebagai
pedoman hidup ummat manusia.
Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly dan Syaikh Ali Bin Hasan Bin Ali Bin
Abdul Hamid dalam laman Suara Al Qur'an menyebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
meriwayatkan bahwa malam lailatul qadar terjadi pada malam antara
tanggal 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.
Imam Syafi’i berkata, “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika
ditanyakan kepada beliau, “Apakah kami mencarinya di malam hari?”, beliau menjawab, “Carilah di malam tersebut.”.
Terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada malam
terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah radiyallahu ‘anha,
dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di
sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, (yang artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”
Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai luput
dari tujuh hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata):
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai
terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menggambarkan tanda-tanda datangnya malam mulia ini sebagai berikut:
1. Udara dan suasana pagi yang tenang. Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Lailatul
qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak
pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah
berwarna merah.”
2. Esok harinya cahaya matahari agak meredup, bersinar cerah tapi tidak kuat. Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar seperti nampan.”
2. Esok harinya cahaya matahari agak meredup, bersinar cerah tapi tidak kuat. Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar seperti nampan.”
3. Bulan nampak separuh bulatan. Abu Hurairoh ra pernah berkata bahwa mereka pernah berdiskusi tentang lailatul qadar disamping Rasulullah SAW lalu beliau bersabda; “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”
4.
Sewaktu malam tampak terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan,
tidak panas, tidak ada angin kencang, dan tidak ada aktivitas meteor
yang jatuh digalaksi. Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul qadar adalah
malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak
hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam
itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)”
(HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan), sebagaimana hadits dari Watsilah bin al-Asqo’.
5. Terbawa kedalam mimpi. Beberapa sahabat Rasulullah SAW mengalami mimpi berjumpa dengan malam lailatul qadar.
6.
Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah,
ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Allah, tidak seperti
malam-malam lainnya.(Byaz)


Posting Komentar