Ngawi-Rona pesta demokrasi bermacam seni dan
cara demi memenangkan pemilihan kepala desa
dan lagi-lagi rakyat terbius oleh janji kepastian di masing-masing
kandidat,kembali lagi pesta rakyat bisa
di artikan di saat ada pilkades begitu
antusias dan mempunyai calon yang mereka
junjung serta mengorbankan waktu tenaga
pikiran hingga tidurpun terbengkalai demi memenangkan kandidatnya agar
melangkah pasti menuju kursi kepemimpinan kepala desa. sampai antusiasnisme
masyarakat lebih banyak dari pada Pilbub,Pilgub ataupun Pilpres,namun
pembelajaran politik masih perlu di galakan agar di antara pendukung tetap akur
meskipun beda pilihan. Entah ini kedepan akan jadi PR siapa untuk memberikan
pembelajaran politik yang bisa terlepas dari unsur politik uang, agar
masyarakat memilih bukan karena siapa yang memberi uang yang lebih banyak di
pilih.
Susah dan karena semua sudah mengakar jadi kebiasaan warisan
jaman dulu,banyak yang beransumsi panennya rakyat kecil ini ya ketika ada
pilihan kepala desa atau pilihan-pilihan lainnya ,memilih seharusnya yang punya
intergritas kwalitas dan kwantitas bukan
karena popularitas komunitas ataupun materi yang meluas kembali lagi faktor
ekonomi jadi penyebabnya.
Kab Ngawi di tahun 2013 ini memilih 178 kepala desa berharap mendapatkan sosok pemimpin yang berani berkorban untuk mensejahterakan rakyatnya.
Kab Ngawi di tahun 2013 ini memilih 178 kepala desa berharap mendapatkan sosok pemimpin yang berani berkorban untuk mensejahterakan rakyatnya.
Rabu (19/06/13) desa Dawu Kec Geneng Mengadakan Pilkades
dengan mengusung dua kandidat 1.Suwito dan ke 2.Sugeng dari DPT 3146 (tiga ribu
seratus empat puluh enam) itu yang hadir hanya 2617 (dua ribu enam ratus tujuh
belas) pemilih.
Sedangkan kekurangan yang tidak hadir di karenakan masih banyak yang merantau baik di luar negeri,ibukota ataupun kota-kota besar lainya penjelasn dari Warseno ketua panitia kepada media ini dan di tambahkan lagi pesta demokrasi pemilihan kepala desa kali ini menghabiskan biaya Rp75.700.000 (tujuh puluh lima juta tujuh ratus ribu rupiah).
Sedangkan kekurangan yang tidak hadir di karenakan masih banyak yang merantau baik di luar negeri,ibukota ataupun kota-kota besar lainya penjelasn dari Warseno ketua panitia kepada media ini dan di tambahkan lagi pesta demokrasi pemilihan kepala desa kali ini menghabiskan biaya Rp75.700.000 (tujuh puluh lima juta tujuh ratus ribu rupiah).
Kedepan pemimpin baru di desa
Dawu bisa meneruskan pemerintahan desa serta mensejahterakan rakyatnya seperti
amanah dari Bupati Ngawi Ir.Budi Sulistyo pada pelantikan Kepala desa pada periode
pertama berpesan pada Kades yang baru
dilantik untuk selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan perangkat lain
maupun atasannya (Camat, red).
Bupati yang luwes dipanggil
Kanang ini juga mengkritik dengan pembiayaan pelaksanaan Pilkades yang besar.
“Kedepan untuk biaya pelaksanaan Pilkades hendaknya bisa diminimalkan, jangan
seperti yang sekarang ini. Maksimal 2 kali anggaran subsidi dari Pemkab,”
terang Kanang.
Bupati yang juga biasa dipanggil
Mbah Kung ini juga memerintahkan kepada BPM Pemdes maupun Kades yang baru
dilantik untuk melakukan invetarisasi aset desa dengan memberi batasan waktu 1
bulan segera membuat laporan pada bupati. Menurutnya sudah banyak pihak desa
menjual aset (tanah kas desa, red) yang melebihi batas waktu maksimal, yakni 2
tahun.
Ngawi-Rabu (19/06/13) Masih berkaitan dengan
Pilkades di semua harian Media cetak maupun Online khususnya di wilayah Kab
Ngawi dengan warn warni budaya dan cara untuk masing-masing wilayah Desa untuk
menggait dan mendapatkan simpati dari masyarakat .
Ternyata dengan menggunakan trik n tips yang sangat berbeda dari wilayah desa lainya berhasil membuat antusias para pemilih untuk hadir dalam pencoblosan pemilihan kepala desa sampai antri puluhan meter ,dari DPT (daftar pemilih tetap) 6844 (enam ribu delapan ratus empat puluh empat) suara sedangkan yang hadir mencapai 4843 (empat ribu delapan ratus empat puluh tiga ) suara.
Meskipun semalam suntuk hari H desa Geneng di guyur hujan yang sangat deras dan mengakibatkan TPS (tempat pemungutan suara) yang di adakan di lapangan menjadi becek akan tetapi tidak menjadikan kendala untuk hadir dan mencoblos pilihannya masing-masing.
Ternyata dengan menggunakan trik n tips yang sangat berbeda dari wilayah desa lainya berhasil membuat antusias para pemilih untuk hadir dalam pencoblosan pemilihan kepala desa sampai antri puluhan meter ,dari DPT (daftar pemilih tetap) 6844 (enam ribu delapan ratus empat puluh empat) suara sedangkan yang hadir mencapai 4843 (empat ribu delapan ratus empat puluh tiga ) suara.
Meskipun semalam suntuk hari H desa Geneng di guyur hujan yang sangat deras dan mengakibatkan TPS (tempat pemungutan suara) yang di adakan di lapangan menjadi becek akan tetapi tidak menjadikan kendala untuk hadir dan mencoblos pilihannya masing-masing.
Semenjak di bukanya pemilihan kepala desa pukul 07:00 s/d
16:37 masyarakat setempat tetap setia menyaksikan jalanya penghitungan suara
dengan aman tertib serta tak terjadi kerusahan seperti yang di isukan
sebelumnya.
Dengan mengusung dua calon Nomer 1.Subandono (50) dan nomer 2.Edi muslim(45).Ada yang sedikit mencolok yang terjadi di dalam TPS dari pakaian masing-masing saksi dengan menggunakan ala Jokowi dan pakaian adat jawa.
Dari di mulainya penghitungan masing-masing kandidat kejar-kejaran dalam perolehan suara dan di setiap salah satu kandidat mengungguli dalam perolehan suara para pendukung bersorak sorai dengan ramainya.
Di karenakan berjubelnya masyarakat yang menonton jalanya penghitungan suara, dari jajaran keamanan Polsek Geneng yang di Pimpin Langsung oleh Akp Partono Serta dari Koramil juga ada di tambah satuan Dalmas dari polres Ngawi memasang pagar betis, agar para pendukung dari masing-masing kandidat tidak mengganggu jalannya penghitugan suara.
Dengan mengusung dua calon Nomer 1.Subandono (50) dan nomer 2.Edi muslim(45).Ada yang sedikit mencolok yang terjadi di dalam TPS dari pakaian masing-masing saksi dengan menggunakan ala Jokowi dan pakaian adat jawa.
Dari di mulainya penghitungan masing-masing kandidat kejar-kejaran dalam perolehan suara dan di setiap salah satu kandidat mengungguli dalam perolehan suara para pendukung bersorak sorai dengan ramainya.
Di karenakan berjubelnya masyarakat yang menonton jalanya penghitungan suara, dari jajaran keamanan Polsek Geneng yang di Pimpin Langsung oleh Akp Partono Serta dari Koramil juga ada di tambah satuan Dalmas dari polres Ngawi memasang pagar betis, agar para pendukung dari masing-masing kandidat tidak mengganggu jalannya penghitugan suara.
Tepat pukul 16:37 penghitungan suara selesai suara terbanyak
di peroleh dari nomer urut 1.Subandono dengan memperoleh suara 3097 (tiga ribu Sembilan
tujuh). Sedangkan Incumbent Edi Muslim memperoleh suara 1666 (seribu enam ratus
enampuluh enam) .
panitia menetapkan pemenang pilkades desa Geneng Subandono dan di sambut tangisan dari istri dan keluarga serta para pendukungnya . dari keterangan Ketua panitia Gembong Pramono untuk mengadakan pilkades tersebut sampai menelan biaya Rp 99.990.00 (Sembilan puluh Sembilan juta Sembilan ratus sembilanpuluh ribu).
panitia menetapkan pemenang pilkades desa Geneng Subandono dan di sambut tangisan dari istri dan keluarga serta para pendukungnya . dari keterangan Ketua panitia Gembong Pramono untuk mengadakan pilkades tersebut sampai menelan biaya Rp 99.990.00 (Sembilan puluh Sembilan juta Sembilan ratus sembilanpuluh ribu).
Di sampaikan juga sikap legowo dan mengucapkan selamat oleh
Incumbent Edi Muslim kepada Subandono agar kedepan dapat membawa desa genang
terutama rakyanya lebih sejahtera.
Sementar itu setelah positif memenangkan pilkades, Subandono di arak oleh para simpatisan serta pendukungnya keliling kampong yang mayoritas seragam kotak-kotak ala Jokowi.
Sesampai di kediamannya Awak Media du buat takjub dengan adanya Mobil Khusus Pelayanan yang milik Pribadi dan di sumbangkan untuk masyarakat ,menurut keterangan pendukungnya yang tidak mau di sebutkan namanya, sosok dari Subandono memang figur yang sangat berjiwa sosial ketika ada salah satu masyarakat yang meninggal beliau tidak canggung dan ragu ikut memikul dan mengantarkan sampai ke pemakaman.
Nilai plusnya ketika di mintai bantuan mengantarkan masyarakat setempat ke Rumah sakit jam berapun mau mengantarkan dan tanpa imbalan sepeserpun,semoga ke depan dalam memimpin desa Geneng jiwa sosialnya makain meningkat bukan hanya mencari simpati atau pencitraan untuk masyarakat setempat. (Byaz)
Redaksi@Suryajagad.Com
Sementar itu setelah positif memenangkan pilkades, Subandono di arak oleh para simpatisan serta pendukungnya keliling kampong yang mayoritas seragam kotak-kotak ala Jokowi.
Sesampai di kediamannya Awak Media du buat takjub dengan adanya Mobil Khusus Pelayanan yang milik Pribadi dan di sumbangkan untuk masyarakat ,menurut keterangan pendukungnya yang tidak mau di sebutkan namanya, sosok dari Subandono memang figur yang sangat berjiwa sosial ketika ada salah satu masyarakat yang meninggal beliau tidak canggung dan ragu ikut memikul dan mengantarkan sampai ke pemakaman.
Nilai plusnya ketika di mintai bantuan mengantarkan masyarakat setempat ke Rumah sakit jam berapun mau mengantarkan dan tanpa imbalan sepeserpun,semoga ke depan dalam memimpin desa Geneng jiwa sosialnya makain meningkat bukan hanya mencari simpati atau pencitraan untuk masyarakat setempat. (Byaz)
Redaksi@Suryajagad.Com



Posting Komentar