BERITA TERBARU
Tampilkan postingan dengan label regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label regional. Tampilkan semua postingan
17.00
Perwakilan Rumjase Dari HongKong Santuni Warga Ngawi
Written By Byaz.As on Rabu, 11 Juni 2014 | 17.00
Suryajagad.Net –
Keberadaan warga Ngawi yang hidup 15 tahun di hutan bersama dengan istri dan ke
empat anaknya membuat banyak pihak yang turut prihatin maupun simpati. Terutama
para pahlawan devisa yang berada di Hongkong maupun Taiwan.
Rabu (11/06/2014) Perwakilan
organisasi dakwah rumah jamaa’ah semesta (Rumjase) yang diwakila Hani (30) dan
Bunda Nia (40) datang langsung dari Hongkong untuk melihat kondisi warga Ngawi
tersebut dan menyambangi warga lainnya yang pernah di
bantu Rumjase HongKong Peduli
“ Sungguh ini kenyataan yang
sangat memilukan15 tahun hidup di gubuk seperti ini, tidak terbayangkan
bagaimana rasanya. Awalnya kami melihat tayangan video live dari media
suryajagad.net yang guncang di Hongkong. Hari ini dengan mata kepala sendiri
sungguh ironis, ujar Hany perwakilan Rumjase Hongkong.
Setelah melihat secara langsung
gubuk yang semula ditempati keluarga Sugiono selama 15 tahun rombongan perwakilan
Rumjase Hongkong Peduli menyambangi kediaman dari keluarga Setu warga Dusun
Lengkong Desa Mojo Bringin untuk membesuk dan melihat secara langsung kondisi
Maya yang mengalami sel saraf otak kering dari kecil yang mengakibatkan
kelumpuhan total seluruh anggota badannya.
“ Masya Allah begitu beratnya
ujian yang engkau berikan untuk keluarga ini. Suami mengalami stroke, anak yang
pertama menderita sel saraf otak kering, belum lagi harus merawat anak
kembarnya yang masih usia 4 bulan. Perjuangan ibu Marmi sungguh luar biasa,”
ungkap Bunda Mia .
Sementara itu Hany salah satu
perwakilan Rumjase dari HongKong terpaku dan tak mampu berkata-kata hanya diam
dan tidak hentinya airmata menetes terus. Belum ,kering air mata dari Pahlawan
Devisa tersebut kordinator Rumjase Ngawi yang dipimpin oleh Rayunk Wongawi
mengajak semua rombongan untuk membesuk Lilik gadis asal Desa Kedungprahu yang
15 tahun menderita kelumpuhan total juga seluruh anggota badannya. Bertahan
hidup dengan neneknya sementara ibu Lilik meninggal saat dia belum genap usia 1
tahun dan bapaknya semenjak nikah lagi tidak pernah merawat maupun membesuk.
“ Serasa berhenti detak jantung
dan dada terasa sesak melihat kondisi Lilik, hanya airmata yang mampu mewakili
untuk bicara,” terang Hany.
Kunjungan Perwakilan Rumjase dari
Hongkong selain melihat kondisi secara langsung warga Ngawi yang telah diberi
santunan tahap pertama juga menyalurkan bantuan ketiga keluarga tersebut. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGKAN LIVE KEGIATAN RUMJASE HONGKONG DI NGAWI KLIK DI SINI
SILAHKAN LIHAT TAYANGKAN LIVE KEGIATAN RUMJASE HONGKONG DI NGAWI KLIK DI SINI
07.00
Memang pada prinsipnya pertanggung jawaban berdasarkan kepada perbuatan individu. Namun perbuatan seseorang bisa memberikan pengaruh dan dampak kepada orang lain. Seorang muslim akan berfikir panjang dan tidak akan meremehkan perbuatannya sekecil apapun apa lagi jika perbuatan tersebut memiliki dampak dan pengaruh terhadap orang lain. Karena dampak dan pengaruh ini bisa berupa pahala atau bahkan dosa.
Menentukan Pilihan Dalam Memilih Pemimpin
Written By Byaz.As on Selasa, 10 Juni 2014 | 07.00
Suryajagad.Net – Pemilihan Presiden dan
wakil Presiden sudah diambang pintu, banyak diantara kita kebingungan untuk
menentukan siapa yang akan dipilih. Namun kita harus berpartisipasi dan
bersikap serius dalam memilih pemimpin. Memilih pemimpin berarti memilih sosok
yang akan menjalankan tugas dan amanah kepemimpinan serta mengelola berbagai
kebijakan, yang selanjutnya akan berdampak terhadap kondisi komunitas yang
dipimpinnya, bisa berdampak positif atau negatif. Dampak positif dan negatif
ini bisa berbuah pahala atau dosa karena bermanfaat atau merugikan orang lain.
Sederhananya, memilih pemimpin bisa berdampak
pahala atau beban dosa, karena ada dampak dari pilihan yang dilakukan
tersebut.Tentu ketentuan pahala dan dosa tersebut menurut ukuran Islam yang
menentukan sebuah amal berbuah pahala atau dosa, seperti sengaja dalam memilih
pemimpin yang membahayakan sementara ada pemimpin yang lebih baik, perbuatan
tersebut bisa berbuah dosa begitu seterusnya.
Memang pada prinsipnya pertanggung jawaban berdasarkan kepada perbuatan individu. Namun perbuatan seseorang bisa memberikan pengaruh dan dampak kepada orang lain. Seorang muslim akan berfikir panjang dan tidak akan meremehkan perbuatannya sekecil apapun apa lagi jika perbuatan tersebut memiliki dampak dan pengaruh terhadap orang lain. Karena dampak dan pengaruh ini bisa berupa pahala atau bahkan dosa.
Keseriusan dalam memilih pemimpin merupakan
bentuk riil mengaplikasikan kepedulian terhadap kondisi sosial-masyarakat. Menegakkan
kesaksian ada kalanya memerlukan keberanian dan ketegasan.
Dalam konteks pemilihan pemimpin, secara riil
masih sering ditemukan, seseorang yang memberikan “kesaksian” atau suara, atau
bahkan mendustakan “kesaksiannya” lantaran faktor materi yang diraihnya, tanpa
memikirkan tanggungjawab serta dampak dari perbuatannya tersebut. Lantaran uang
atau janji-janji materi lainnya, idealisme dalam memberikan kesaksian bisa
runtuh. Padahal memberikan kesaksian seringkali dianggap hal remeh, sekali
lagi,bisa berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat, bahkan lingkup yang
lebih luas lagi.(Byaz)
Label:
regional
16.36
Membangun Keharmonisan Rumah Tangga
Written By Byaz.As on Sabtu, 07 Juni 2014 | 16.36
Suryajagad.Com - Keharmonisan
rumah tangga adalah bentuk hubungan yang dipenuhi oleh cinta dan kasih,
karena kedua hal tersebut adalah tali pengikat keharmonisan. Kehidupan keluarga
yang penuh cinta kasih tersebut dalam islam disebut mawaddah wa rahmah.
Yaitu keluarga yang tetap menjaga perasaan cinta; cinta terhadap suami/istri,
cinta terhadap anak, juga cinta pekerjaan. Perpaduan cinta suami-istri ini akan
menjadi landasan utama dalam berkeluarga. Islam mengajarkan agar suami
memerankan tokoh utama dan istri memerankan peran lawan yaitu menyeimbangkan
karakter suami. Pembentukan keluarga hendaknya
diniatkan untuk menyelenggarakan kehidupan keluarga yang penuh dengan semangat
mawaddah wa rahmah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah dan mendambakan
keridhoannya, limpahan hidayah dan taufiq-Nya. Kehidupan keluarga yang didasari
oleh niat dan semangat beribadah kepada Allah, insya Allah keluarga yang
demikian akan selalu mendapat perlindungan dalam mendapatkan tujuan-tujuannya
yang penuh dengan keluhuran.
Senantiasa memelihara janji suci
kedua pasangan yang berlandaskan tuntunan agama. Dalam kehidupannya suami
isteri selalu berdiri pada batasan masing-masing berdasarkan hak dan
kewajibannya. Kehidupan keluarga yang harmonis terdapat corak kehidupan
surgawi. Dalam keluarga semacam inilah rahmat ilahi tercurah. Rumah tangga
mereka merupakan pusat pertumbuhan dan perkembangan nilai-nilai kemanusiaan.
Anak-anak dari keluarga ini akan menebarkan rasa kasih sayang juga. Kehidupan
rumah tangga dijadikan ajang untuk meraih kesempurnaan, dengan ketentraman
keluarganya mereka berusaha mendekatkan diri kepada Allah, dan jalan yang
mereka tempuh adalah jalan Allah, akhirnya hasil jerih payah mereka adalah
kebahagiaan
Kasih sayang yang tertanam dalam
hati dan menjadi kelembutan dalam sikap, tindakan dan ucapan akan memberikan
hamba tersebut ketenangan kalbu. Karenanya pasangan yang tingkah lakunya lembut
akan mendapatkan banyak kebahagiaan dalam kehidupannya.
Cinta akan berakar pada temperamen yang lembut pada siapapun yang dicintai. Begitu pula dalam keluarga, jika suami mempu besikap lembut pada istrinya, terhadap anaknya, terhadap manyarakat, maka suasana akan dirasa nyaman, keluarga menjadi harmonis, punya banyak teman, disukai dan dihormati oleh masyarakat menjdi tuntunan bukan menjadi tontonan. (Byaz)
Cinta akan berakar pada temperamen yang lembut pada siapapun yang dicintai. Begitu pula dalam keluarga, jika suami mempu besikap lembut pada istrinya, terhadap anaknya, terhadap manyarakat, maka suasana akan dirasa nyaman, keluarga menjadi harmonis, punya banyak teman, disukai dan dihormati oleh masyarakat menjdi tuntunan bukan menjadi tontonan. (Byaz)
Label:
regional
04.28
Rumjase Santuni Penderita Gizi Buruk
Written By Byaz.As on Senin, 02 Juni 2014 | 04.28
Suryajagad.Net – Jawahirul Arif Mustofa (3) harus mengalami nasib
yang kurang beruntung, balita tersebut diduga menderita gizi buruk. Kondisi
anak dari pasangan Masrukhin (31) dan Ghorotul Fitriah (27) warga Dusun
Klampisan Desa Munggut Padas Ngawi sangat memperihatinkan. Usia 3 tahun balita
tersebut hanya tergolek dan kemana-mana masih selalu dalam gendongan ibunya.
Menurut penjelasan dari Ghorotul Fitriah ibu balita tersebut Senin (02/06/2014)
ke media suryajagad.net bersama Perwakilan Rumjase Hongkong peduli saat menyambangi
kediamannya untuk memberikan santuanan, bahwasanya saat lahir kandungan baru
usia 7 bulan berat badan bayinya hanya 2.3 kg dan kondisi bibir sumbing.
“ Saat melahirkan usia kandungan saya baru 7 bulan dan berat
badan anak 2,3 kg nga sudah berusaha untuk namun yang membuat kaget kondisi
bibir sumbing ,” jelasnya.
Ditambahkan, pada usia menginjak
satu tahun ada program operasi gratis di Klaten dan saya bawa kesana, namun
operasinya baru bibir untuk rahang belum bisa di operasi, semenjak itu sampai
saat sekarang kondisi pertumbuhan anak sangat lambat, usia 3 tahun belum bisa
apa-apa, kami sekeluarga sudah berusaha untuk berobat namun masih tahap ke
alternatif sebenarnya ingin membawa ke Dokter ahli saraf namun tidak punya
biaya,” ungkap ibu balita tersebut.
Gizi buruk merupakan suatu
keadaan yang dialami seseorang karena kurangnya asupan nutrisi atau jumlah
nutrisi yang ada masih dibawah standar. Beberapa nutrisi yang dimaksud seperti
karbohidrat, protein serta kalori. Salah satu masalah gizi yang paling utama
dan paling sering dialami balita adalah kekurangan energi protein.
Masalah ekonomi yang rendah
merupakan salah satu faktor yang sangat dominan dialami oleh banyak keluarga.
Dalam mencukupi kebutuhan gizi anak banyak orangtua yang merasa kesulitan,
penyebabnya adalah keadaan ekonomi yang lemah, penghasilan dari pekerjaan
kurang mencukupi dan harga dari bahan makanan yang mahal. Padahal, masa kritis
gizi buruk yang dialami anak terjadi pada usia antara 1 sampai 3 tahun . (Byaz)
06.00
Gadis Warga Kedungprahu 15 Tahun Terbaring Kaku
Written By Byaz.As on Sabtu, 31 Mei 2014 | 06.00
Suryajagad.Com – Lilik (15) harus mengalami nasib kurang beruntung,
semenjak usia 7 bulan harus kehilangan Ibu kandung.
Suyati ibunda dari Lilik wafat pada saat lilik belum genap usia 1 tahun dan dia harus dirawat oleh sang nenek.
Sementara itu ayah kandung Lilik tidak ada kepedulian untuk merawat karena kondisi dari Lilik lahir kurang sempurna. Untuk merawat dan membesarkan cucunya, Kariyem (53) warga Dusun Muguh Raya Desa Kedungprahu Kecamatan Padas tersebut harus banting tulang demi mendapatkan sesuap nasi , terkadang juga mendapat belas kasihan dari tetangga.
Sementara itu ayah kandung Lilik tidak ada kepedulian untuk merawat karena kondisi dari Lilik lahir kurang sempurna. Untuk merawat dan membesarkan cucunya, Kariyem (53) warga Dusun Muguh Raya Desa Kedungprahu Kecamatan Padas tersebut harus banting tulang demi mendapatkan sesuap nasi , terkadang juga mendapat belas kasihan dari tetangga.
Derita Lilik tersebut berawal
dari usia 1 tahun mengalami panas tinggi, karena keterbatasan biaya nenek tersebut tak mampu membawa berobat ke Rumah sakit hanya dirawat di rumah.
Kondisi dari Lilik dari usia 1 tahun hingga sekarang usia 15 tahun sangat memperihatinkan, seluruh anggota badanya lumpuh total, kesehariannya hanya terbaring tidak berdaya di ranjang reot neneknya sambil mengunyah tempe mentah.
Kondisi dari Lilik dari usia 1 tahun hingga sekarang usia 15 tahun sangat memperihatinkan, seluruh anggota badanya lumpuh total, kesehariannya hanya terbaring tidak berdaya di ranjang reot neneknya sambil mengunyah tempe mentah.
“ Sudah 15 tahun cucuku harus
mengalami nasib begini,terbaring dan saya tidak bisa meninggalkannya, untuk
kebutuhan hidup diberi oleh tetangga sekitar dan agar lidahnya menjulur saya
beri tempe mentah untuk di emut,” jelas nenek tersebut.
Ditambahkan, Ayah kandungnya
sudah lama tidak pernah datang untuk menjeguk maupun mencukupi kebutuhan
anaknya, mungkin malu melihat kondisi anaknya yang lahir dan tumbuh tidak
normal layaknya anak-anak lainnya, sering saya menangis bila melihat kondisi Lilik,
jika saya nanti dipanggil oleh yang maha kuasa siapa yang akan merawat cucu
saya ini , “ ungkapnya.
Saat media ini bersama dengan
perwakilan Rumjase Hong Kong peduli menyambangi dan memberikan bantuan untuk
Lilik (30/05/2014) ada pemandangan yang sangat membuat merinding seluruh badan.
Ketika perwakilan Rumjase memberikan susu kotak kesukaan Lilik , tiba-tiba
gadis tersebut berucap meskipun dengan suara terbata-bata.
“ Adike paringi susune , aku
pingin tumbas baju anyar ( adike di bagi susunya, akau ingin beli pakaian baru)
ujar Lilik sambil tersenyum.
Sontak semua yang hadir
meneteskan airmata, rasa peduli dan berbagi tumbuh dalam hatinya meskipun
dengan keterbatasan seluruh anggota badannya. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE UNTUK KONDISI GADIS YANG SELAMA 15 TAHUN
TERBARING TIDAK BERDAYA NAMUN BERHATI MULIA ( KLIK DI SINI )
07.30
“ Anak saya tidak pernah di Hong Kong namun berada di Malaysia sudah hampir 8 tahunan dan saat ini sudah berumah tangga dengan warga asli sana dan saat ini sudah memiliki 2 anak,”terangnya.
Kerinduan Keluarga Sugiono Ingin Bertemu Suwarni Ningsih
Written By Byaz.As on Jumat, 30 Mei 2014 | 07.30
Suryajagad.Com– Simpang siur pemberitaan terkait keberadaan Suwarni
Ningsih (27) Putri dari Sugiono warga Dusun Genengan Barat Desa Bringin
Kecamatan Bringin terjawab sudah. Suminem (40) istri pertama Sugiono yang sudah
belasan tahun nikah lagi dengan warga Dusun Sidorejo Desa Munggut Kecamatan padas
Ngawi , menjelaskan keberadaan dari Putrinya.
“ Anak saya tidak pernah di Hong Kong namun berada di Malaysia sudah hampir 8 tahunan dan saat ini sudah berumah tangga dengan warga asli sana dan saat ini sudah memiliki 2 anak,”terangnya.
Ditambahkan, selama anak saya
merantau hampir 8 tahun itu belum pernah pulang namun dia sering untuk telpon koq,
sebenarnya kami sangat kangen ingin
bertemu dengan Suwarni Ningsih,” ujar Suminem dengan menahan airmatanya
(29/05/2014).
Sementara itu Sugiono saat
ditemui media ini menjelaskan terkait keberadaan Suwarni Ningsih yang pada
awalnya mengatakan kalu anaknya tersebut berada di Hong Kong.
“ saya mohon maaf atas pernyataan
dulu yang mengatakan kalau anak saya bekerja di Hong Kong, informasi keberadaannya
itu saya dapat dari tetangga apalagi kami berpisah sudah hampir 14 tahunan dan
informasi keberadaan Suwarni Ningsih kalau saat ini di Malaysia dari mantan
Istri saya ,” tegasnya. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE PERNYATAAN KELUARGA SUGIONO TERKAIT
KEBERADAAN ANAKNYA KLIK DI SINI
16.00
Rumjase santuni Balita Penderita Sel Saraf Otak Kering
Written By Byaz.As on Kamis, 29 Mei 2014 | 16.00
Suryajagad.Com – Ibu Marmi (38) mengalami ujian dari yang maha
kuasa yang sungguh sangat luar bisa. Semenjak 6 tahun yang lalu Maya anak yang
pertama lahir harus mengalami derita sel saraf otak kering yang mengakibatkan
lumpuh total. Warga Dusun Lengkong Desa Mojo Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi tersebut
juga harus merawat suaminya Setu (55) yang sudah 8 bulan mengalami stroke total.
Dan ditambah lagi kelahiran anak yang kedua lahir kembar . Saat ini usia dari anaknya yang
kembar baru usia menginjak 4 bulan.
“ Saya hanya bisa pasrah
mengalami ujian dari Allah ini, semenjak lahir Maya anak yang pertama sudah
mengalami sel saraf otak yang kering, pernah dirawat di Rumah sakit namun
karena keterbatasan biaya akhirnya saya rawat dirumah. Belum lagi bapaknya
anak-anak harus mengalami stroke yang sudah 8 bulan, ekonomi keluarga kocar
kacir banyak tetangga sekitar yang kadang membantu dan yang sering membuat saya
menangis melihat anak saya yang kembar harus minum susu bukan ASI, “ ujar marmi
ibu Maya tersebut.
Kondisi yang keluarga sangat
memprihatinkan namun Marmi selalu berusah untuk tegar menghadapi semua ujian
tersebut dengan sabar, iklas dan berharap ada donatur yang mau membantu untuk
kesembuhan anaknya.
Saat media Suryajagad.Net bersama
perwakilan Rumjase Hongkong peduli menyambangi dan memberikan bantuan untuk keluarga
tersebut disambut dengan linangan airmata. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT
TAYANGAN LIVE KONDISI MAYA YANG MENGALAMI SEL SARAF OTAK KERING YANG
MENGAKIBATKAN LUMPUH TOTAL KLIK DI SINI
07.00
1.Terdapat laporan kasus DBD dari Desa atau Rumah Sakit.
Fogging Dilakukan Setelah Warga Positif Menderita DBD
Written By Byaz.As on Selasa, 27 Mei 2014 | 07.00
Suryajagad.Com
– Penyemprotan Fogging dilakukan setelah beberapa keluarga positif menderita
DBD (demam berdarah) . Penyemprotan pemberantasan nyamuk Aedes terutama dari
jenis aegypti tersebut di Desa Banjaransari Kecamatan padas Ngawi (26/05/2014)
oleh Dinas kesehatan Ngawi .
Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes terutama dari jenis aegypti. Nyamuk ini suka meletakkan telurnya di tempat-tempat berisi air bersih, misalnya bak mandi, bak air minum, penampungan air buangan dispenser, kaleng bekas berisi air hujan, ban bekas, pelepah tanaman, dan lain-lain. Kebiasaan lain nyamuk demam berdarah adalah menggigit di siang hari, terutama pagi dan sore hari.
Seringkali, kita tidak menyadari, bahwa di dalam rumah atau di sekitar rumah kita ternyata ada wadah-wadah yang menampung air yang menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes. Oleh karena itu, dibutuhkan selalu kewaspadaan agar tak ada tempat air yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes terutama dari jenis aegypti. Nyamuk ini suka meletakkan telurnya di tempat-tempat berisi air bersih, misalnya bak mandi, bak air minum, penampungan air buangan dispenser, kaleng bekas berisi air hujan, ban bekas, pelepah tanaman, dan lain-lain. Kebiasaan lain nyamuk demam berdarah adalah menggigit di siang hari, terutama pagi dan sore hari.
Seringkali, kita tidak menyadari, bahwa di dalam rumah atau di sekitar rumah kita ternyata ada wadah-wadah yang menampung air yang menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes. Oleh karena itu, dibutuhkan selalu kewaspadaan agar tak ada tempat air yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Dalam rangka mencegah dan pemeberantasa DBD ,
Pemerintahan Desa Banjaransari melaporkan ke Dinas Kesehatan Ngawi untuk
dilakukannya Fogging.
Fogging adalah upaya pemberantasan nyamuk bukan
upaya pencegahan sehingga akan dilaksanakan fogging apabila terdapat kasus DBD
dan memenuhi kriteria fogging. Upaya pencegahan terhadap kasus DBD adalah
dengan melaksanakan 3 M (Menguras, menutup,Mengubur ).
Prosedur
Fogging adalah sebagai berkut:
1.Terdapat laporan kasus DBD dari Desa atau Rumah Sakit.
2. Ada pemberitahuan dari Desa ke Puskesmas
setempat.
3. Puskesmas menindak lanjuti laporan dari desa
dengan melaksanakan Penyeledikan Epidemiologi yang tujuannya adalah
mengetahui ada tidaknya penderita DB yang lain atau menemukan tersangka DBD dan
melaksanakan pemeriksaan jentik pada radius 100 m dari penderita.
4. Apabila hasil Penyelidikan Epidemiologi
menyebutkan ada penderita DB yang lain dan atau ditemukan ≥ 3 tersangka serta
ditemukan ≥ 5 % rumah terdapat Jentik nyamuk, maka puskesmas akan meneruskan
permohonan fogging ke Dinas Kesehatan.
5. Tetapi apabila hasil PE tidak sesuai dengan
kriteria diatas, maka puskesmas akan menindak lanjuti dengan PSN, pemberian
abate dan Penyuluhan tanpa dilanjutkan fogging.
Fogging sebenarnya kurang EFEKTIF
apabila tidak ditindaklanjuti dengan gerakan 3 M. Mencegah lebih
efektif dari pada mengobati atau memberantas. (Byaz)
Label:
regional
08.00
Perajin Wayang Kulit Yang Terpinggirkan Oleh Jaman
Written By Byaz.As on Senin, 26 Mei 2014 | 08.00
Suryajagad.Com – Wayang kulit
adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang
berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa,
atau Tuhan Yang Maha Esa. Dan untuk melestarikan keberadaan seni budaya Wayang
Kulit agar tidak tergerus oleh budaya-budaya modern di Dusun Sidomulyo Desa Mendiro Kecamatan
Ngrambe kabupaten Ngawi ada seorang perajin namun kehidupannya sangat
memprihatinkan.
Saat media Suryajagad.Net bersama
perwakilan Herox Peduli Ngawi In Taiwan dan organisasi Penggiat Dakwah Rumjase
Hong Kong (24/05/2014) menyambangi kediaman Mbah
Jiman (50) warga desa Mendiro tersebut untuk melihat secara langsung kondisi
maupun prosesi pembuatan Wayang Kulit.
“ Sudah dari dulu saya menekuni usaha pembuatan wayang kulit namun karena keterbatasan permodalan ya begini adanya, disamping itu harga dalam penjualan tidak sesuai dengan jerih payah pembuatannya namun begitu harus bagaimana lagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga ya dari hasil membuat wayang,” terang Mbah Jiman sambil melukis Wayang Kulit.
“ Sudah dari dulu saya menekuni usaha pembuatan wayang kulit namun karena keterbatasan permodalan ya begini adanya, disamping itu harga dalam penjualan tidak sesuai dengan jerih payah pembuatannya namun begitu harus bagaimana lagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga ya dari hasil membuat wayang,” terang Mbah Jiman sambil melukis Wayang Kulit.
Mbah Jiman ,perajin wayang Kulit
tersebut hidup dengan pas-pasan, untuk mecukupi kebutuhan keluarganya dia harus
mengayuh sepeda ontelnya untuk menjajakan Wayang Kulit hasil lukisannya dari
Desa ke Desa. Untuk satu Wayang Kulit membutuhkan waktu hampir dua hari dalam
pembuatannya dan dalam dia menjajakan hasil karyanya minimal sehari hanya laku
satu hingga dua Wayang dengan harga per satu Wayang hanya Rp. 10,000 tergantung
dari bahan wayangnya.
Dalam kesempatan itu perwakilan Herox
Peduli Ngawi In Taiwan dan Rumjase Hong Kong peduli, memberikan bantuan untuk
permodalan serta untuk kebutuhan sehari-hari. Para pahlawan Devisa yang berada
di taiwan maupun Hong Kong sangat perihatin dengan kondisi dari pelestari
budaya Wayang Kulit tersebut. Berharap dengan tindakan mereka akan dicontoh
pihak-pihak lain, bahwasanya pelestari budaya perlu untuk diperhatikan. (Byaz)
17.00
Purwaningsih Mantan Campursari Dipasung Kembali
Written By Byaz.As on Sabtu, 24 Mei 2014 | 17.00
Suryajagad.Com– Pemandangan yang sangat memilukan dan sangat
ironis dijaman sekarang ini masih ada pemasungan karena faktor ekonomi. Nasib na’as tersebut
harus dialami mantan penyanyi campursari Purwaningsih (33) warga Dusun
Manjungsari Desa Wakah Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi.
Sudah hampir beberapa hari
Purwaningsih harus dipasung oleh warga sekitar dikarenakan membahayakan
keselamatan lingkungan.
“ Sebenarnya kami tidak tega
harus merantai Purwaningsih , namun karena sangat membahayakan keselamatan
warga,kami sepakat untuk dirantai didalam rumah,” ujar Sutrisno Jogoboyo Dusun Manjungsari (24/05/2014).
Dalam kesempatan kunjungan dan
penyerahan bantuan untuk keluarga Sulastri tahap kedua, perwakilan Herox Peduli
Ngawi In Taiwan dan Organisasi Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong yang
dikordinatori oleh Rayunk Wongawi beserta Lamito, berusaha untuk membujuk
Purwaningsih dan Sulastri (Ibu Purwaningsih -Red) agar mau dibawa berobat ke
Rumah sakit.
“ Melihat kondisi dari
Purwaningsih ini sangat menyedihkan dan sangat ironis dijaman sekarang masih
ada pemasungan, oleh sebab itu alangkah lebih baiknya untuk segera dirawat
kembali dirumah sakit,” jelas Rayunk Wongawi pembina IPTD BYAZ SURYA DJAGAD. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE
KONDISI PURWANINGSIH DALAM PASUNGAN KLIK DI SINI
16.00
Resepsi Pernikahan Kapten Teknik Ali Mustofo
Written By Byaz.As on Selasa, 20 Mei 2014 | 16.00
Suryajagad.Net
- “ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir. “ (Ar-Rum: 21)
Oleh sebab itu, menikah merupakan keharusan bagi
setiap pribadi muslim yang berkemampuan dan takut terjerumus dalam perbuatan
dosa. Siapa saja yang telah memiliki bekal menikah hendaknya ia segera
menikah,karena dikhawatirkan ia terjatuh dalam perbuatan dosa.
Dasarnya adalah sabda RasuluLlah:
“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kamu
yang memiliki kemampuan hendaknya ia segera menikah. Karena menikah itu akan
lebih menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Barangsiapa yang belum
mampu,maka ibadah shaum (puasa) merupakan salah satu peredam nafsu syahwat
baginya. (Shahih Bukhari IX/106), Muslim IX/172).
Selasa (20/05/2014) gelaran pesta ngunduh
temanten di kediaman Kapten Teknik Ali Mustofo yang mempersunting Letnan Satu
Erna Rumdani,A.Mg sangat meriah dan penuh dengan balutan adat jawa. Meskipun
dengan acara sederhana namun terkesan istimewa.
Dalam acara resepsi pernikahan tersebut nampak
senyum kebahagian dari kedua mempelai dan saat melakukan acara sungkeman kedua
mempelai terharu hingga tidak kuasa menahan air matanya.
“ Sungguh saya tidak kuasa untuk menahan rasa
haru ,bahagia apalagi saat melakukan sungkeman gemetar seluruh badan,” terang
Ali ke media ini.
Ditambahkan, saya atas nama keluarga maupun
pribadi terima kasih atas doa restu dan kehadirannya dan mohon maaf apabila ada
sesuatu hal yang kurang berkenan,”ungkapnya. (Byaz)
SILAHKAN
LIHAT TAYANGAN LIVE PROSESI PELAKASANAN NGUNDUH TEMANTEN TERSEBUT KLIK DI SINI
Label:
regional
17.00
Keluarga Depresi Merawat Bayi
Written By Byaz.As on Senin, 19 Mei 2014 | 17.00
Suryajagad.Com– Sudah jatuh harus tertimpa tangga , inilah nasib
yang harus dialami Sulastri (25) warga Desa Sukowiyono 2 Kecamatan Padas
Kabupaten Ngawi. Hidup dalam lingkungan keluarga yang mempunyai keterbatasan
mental. Bapaknya Sadi (50) semenjak usahanya bangkrut mengalami depresi berat,
ibunya yang bernama Kemi (45) menjadi tulang punggung keluarga dengan meminta
sedekah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sedangkan dirinya sendiri mengalami
depresi semenjak lulus SD yang sangat
ingin bisa melanjutkan sekolah ke Madrasah namun orang tua tidak mampu membiayainya.
Semenjak itu Sulastri jadi
pendiam, menurut keterangan dari Surtami (40) tetangganya , sebenarnya Sulastri
anaknya pandai namun karena kondisi keluarga menyebabkan dia stres berat.
“ Dulu Sulastri anaknya pandai
namun karena masalah ekonomi keluarga serta keinginannya untuk melanjutkan
sekolah ke Madrasah tidak tercapai menyebabkan kondisi seperti saat ini, ditambah
lagi menikah dengan seorang pemuda pengangguran juga mengalami keterbatasan
mental, jadi saya sebagai tetangga selalu memantau kondisi dari anak Sulastri
yang usianya saat ini menginjak 9 bulan,” jelas Suratmi.
Saat media online www.suryajagad.net bersama dengan
perwakilan Rumjase Hong Kong menyambangi keluarga tersebut untuk memberikan
bantuan , tersentak kaget dan rasa tidak percaya melihat kondisi dari anak
Sulastri yang masih usia 9 bulan , terbaring di tikar dengan kondisi lantai
dari tanah yang basah, keadaan bayi ngompol seluruh pakaian basah tidak diganti
hanya dipandangi oleh sang ibu.
“ Masya Allah……ironis dan sangat
memperihatinkan kondisi adik bayi ini,”ujar Agung perwakilan Rumjase Hon Kong.
Dalam kesempatan itu pula team
BSDJ TV STREAMING bersama dengan IN TV STREAMING mengecek seluruh kondisi rumah
tersebut dan sangat ironis kondisi dalam rumah, sangat tidak layak untuk tempat
tinggal apalagi untuk merawat bayi. (Byaz)
16.00
Suryajagad.Com
- Kiprah pahlawan devisa yang berada di Hong Kong patut untuk ditiru, meskipun
diantara kesibukan bekerja masih menyempatkan diri untuk penggalangan dana
maupun menyisihkan rejekinya untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Para TKW/TKI Hong Kong tersebut membentuk suatu perkumpulan Organisasi Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong. Dan pada hari Minggu (18/05/2014) menyambangi warga Dusun Belik Watu Desa Sumber Bening Kecamatan Bringin dan menyalurkan bantuan. Suginem (65) warga Dusun Belik Watu Desa Sumber Bening menderita gejala stroke sudah hampir satu tahun serta lumpuh total. Nenek tersebut hidup sebatang kara, tidak mempunyai anak, suami sudah meninggal. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya warga sekitar bergantian mengulurkan bantuan.
Rumjase Hong Kong Peduli Warga Ngawi
Written By Byaz.As on Minggu, 18 Mei 2014 | 16.00
![]() |
| Mbah Suginem 1 Tahun Lumpuh |
Para TKW/TKI Hong Kong tersebut membentuk suatu perkumpulan Organisasi Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong. Dan pada hari Minggu (18/05/2014) menyambangi warga Dusun Belik Watu Desa Sumber Bening Kecamatan Bringin dan menyalurkan bantuan. Suginem (65) warga Dusun Belik Watu Desa Sumber Bening menderita gejala stroke sudah hampir satu tahun serta lumpuh total. Nenek tersebut hidup sebatang kara, tidak mempunyai anak, suami sudah meninggal. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya warga sekitar bergantian mengulurkan bantuan.
“ Sudah hampir setahun tidak bisa pindah dari
tempat tidur, untuk kebutuhan keseharian saya diberi tetangga sekitar, bila
malampun saya sendirian,” terang Suginem terbata-bata pada media ini.
Sungguh sangat ironis dan menyedihkan melihat
kondisi dari Suginem (65) dalam usia senjanya hidup penuh derita dan tidak
mempunyai keluarga. Dalam kesempatan tersebut perwakilan Rumjase Hong Kong
menyerahkan bantuan.
“ Tidak terbayangkan bila malam sendiri dengan
kondisi begini,rumah yang gentengnya sudah bocor,tiang rumahnyapun juga sudah
diganjal belum lagi beliau tidak bisa kemana-mana, hanya tergolek di tempat
tidur, “ ujar Rayunk.
![]() |
| Mbah Sadinem Dan Mbah Wadinem Saat di Sambangi Team Rumjase |
Sementara itu seusai menyambangi dan memberikan
bantuan untuk Mbah Suginem, perwakilan Rumjase Hong Kong beserta team pindah ke
kediaman Mbah Wadinem (Ganthi) (60) dan Mbah Sadinem (65) yang jarak rumahnya
100 meter dari kediaman Mbah Suginem.
Dalam kunjungan tersebut Perwakilan Penggiat
Dakwah Rumjase Hong Kong juga menyalurkan bantuan. Wadinem atau tetangga
sekitar memanggil Mbah Ganthi juga hidup sebatang kara ,rumahnya yang juga
sangat sederhana tanpa penerangan listrik, untuk kebutuhan sehari-harinya juga
dibantu tetanga sekitar. Dan Mbah Sadinem kakak dari Mbah Ganthi juga tidak
jauh berbeda nasibnya. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVENYA KEGIATAN RUMJASE MENYALURAN BANTUAN WARGA NGAWI
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVENYA KEGIATAN RUMJASE MENYALURAN BANTUAN WARGA NGAWI
18.00
Suryajagad.Com – Meskipun sudah usia senja namun terus bekerja dan
berusaha untuk mecukupi kebutuhan hidup.
Dengan keahlian keterampilan menganyam bambu menjadi kukusan dijadikan
sumber pendapatan meskipun nilainya tidak sesuai dengan jerih payah yang dilakukan.
Mbah Sumirah (70) warga dusun Waler Desa Pleset Kecamatan Pangkur kabupaten
Ngawi ini setiap hari melakukan
pekerjaan menganyam bilahan bambu dijadikan kukusan untuk menghidupi anaknya Rawi (33) yang cacat semenjak lahir.
Mbah Sumirah Tetap Sumringah Berkarya, Mbah Saimin Terbaring Tak Berdaya
Written By Byaz.As on Rabu, 14 Mei 2014 | 18.00
![]() |
| Mbah Sumirah Penganyam Kukusan |
Saat media ini datang bersama
dengan perwakilan penggiat dakwah Rumjase Hong Kong menyambangi kediamannya untuk memberikan
bantuan (14/05/2014), perempuan tua tersebut sedang asik menganyam.
“ Dalam sehari minimal bisa
menghasilakan anyaman 4 sampai dengan 5 biji dan hasil anyaman tersebut saya
jual ke pasar Pilang, bahkan sampai ke pasar Brangkal maupun Krawut dengan
berjalan kaki hampir 8 km. Itupun tidak setiap hari ke pasar tergantung hasil
anyamannya berapa,” jelas mbah Sumirah dengan logat jawa.
Ditambahkan, dalam penjualan
hasil anyaman tersebut satu kukusan saya jual dengan harga Rp.2,000 kadang kalau
tidak laku saya jual Rp. 1,500. Dalam penjualan kadang sehari hanya laku 4
sampai dengan 5 biji, dari hasil penjual tersebut saya belikan beras dan
kebutuhan lainya, “ terangnya.
![]() |
| Mbah Saimin 4 Bulan Terbaring Di Tempat Tidur Karena Penyakit Yang Mendera |
Mbah Sumirah masih beruntung
diberi kesehatan ,berteduh ditempat yang tidak kehujanan meskipun sangat
sederhana rumah yang di tempati yang terbuat dari bambu berlantaikan tanah.
Beda lagi yang dialami Mbah Saimin kakek usia (60) asal desa Sukowiyono
Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi . Sudah 6 tahun mengalami sakit pernafasan dan 4
bulan terbaring di ranjang tanpa bisa melakukan aktifitas apapun.
“ Sudah 6 tahun saya menderita
sakit pada pernafasan tidak bisa berbuat apa-apa dan saya terbaring ini sudah 4
bulan, untuk buang air kecil maupun buang air besar tidak bisa pindah dari
tempat tidur, ya tempat tidur ini juga jadi WC dan kamar mandi ,” ungkap mbah
Saimin.
Sangat ironis dan memperihatinkan
melihat kondisi Mbah Saimin tersebut. Perwakilan penggiat dakwah Rumjase Hong
Kong yang datang untuk memberikan bantuan, terdiam dan lemes melihat keadaan
Mbah Saimin. Dalam kesempatan itu pula team
yang di motori dua media online www.suryajagad.net
dan www.infongawi.com melakukan kordinasi
dengan Kepala Desa setempat untuk segera membawa mbah Saimin untuk dirawat di
Rumaha sakit. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI MBAH SUMIRAH DAN MBAH SAIMIN KLIK DI SINI
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI MBAH SUMIRAH DAN MBAH SAIMIN KLIK DI SINI
18.00
25 Dalang Cilik Ngawi Sambut Kedatangan Gubernur Jawa Timur
Written By Byaz.As on Selasa, 13 Mei 2014 | 18.00
Suryajagad.Net - Pusat peringatan bulan bakti gotong royong
masyarakat yang ke XI dan hari kesatuan gerak PKK yang ke 42 Provinsi Jawa Timur 2014 di selenggarakan di Alun-Alun
merdeka Kabupaten Ngawi.
Dalam acara tersebut dihadiri
Gubernur Jawa Timur Soekarwo beserta ibu
dan wakil Gubernur Saifullah Yusuf beserta ibu juga dihadiri Bupati dan
Walikota se Jawa Timur. Saat tiba di Alun-Alun Merdeka Ngawi , Pakde Karwo
sapaan akrab Gubernur tersebut di sambut dengan penampilan pentas seni wayang kulit
dibawakan 25 dalang cilik (13/04/2014).
Sementara itu salah satu dalang
cilik asak SDN 2 Kedung Prahu Kecamatan Padas Arjuna Setiawan ( 15) didampingi
Kepala sekolahnya Edi Sulistyo menuturkan, pentingnya melestarikan kebudayaab
daerah.
“ Mulai dari usia dini sangat
penting untuk mengenalkan seni budaya pada anak-anak apalagi anak yang sudah
masuk SD, jangan samapi warisan nenek moyang tergerus oleh jaman ,” teramg
Kepala Sekolah tersebut.
Dalam gelaran acara tersebut
,semua pengunjung yang hadir terhipnotis gerak tarian “ Kalis Rubedo “ sebuah
tarian yang mempunyai makna pengusiran segala macam ruh jahat dan sebagai
tarian penolak balak.
“ Sungguh sangat luar biasa tariannya
dan penuh makna yg tersembunyi,kreasi gerakan maupun musik gamelan pengiringnya
membuat merinding,” ujar salah satu pengunjung dari Situbondo.
Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono
dalam samb utanya menjelaskan, semua keberhasilan pemerintahan Ngawi dibergai
sektor baik Provinsi maupun Nasional.
Prestasi
yang diraih antara lain juara II Lomba Gotong Royong tingkat Propinsi
Jatim, masuk nominasi 6 besar dalam kategori lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat
Nasional dan masuk nominasi 2 besar dalam Lomba Pro Poor Award Tingkat Provinsi
Jawa Timur.
Sementara
itu Pakde Karwo dalam sambutannya menjelaskan pentingnya meningkatkan semangat
kegotong royongan masyarakat serta
meningkatkan tarap ekonomi berbasis pedesaan ( Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE PENAMPILAN 25
DALANG CILIK SAMBUT KEDATANGAN GUBERNUR JAWA TIMUR DI NGAWI KLIK DI SINI
04.21
Herox Dan Rumjase Biayai BPJS Imam Syafei Selama Masa Pengobatan
Written By Byaz.As on Minggu, 11 Mei 2014 | 04.21
Suryajagad.Net – Anak bungsu pasangan Suhadi (53) dan Sukarti (43),
Imam Syafei (5) diduga menderita
gangguan pada usus 12 sehingga mengakibatkan perutnya membuncit dan susah untuk
buang air besar (BAB).
Saat media Online Byaz Surya
Djagad www.suryajagad.net bersama
dengan perwakilan Herox peduli Ngawi In Taiwan dan perwakilan penggiat dakwah
Rumjase Hong Kong menyambangi kediaman Imam Syafei di Dusun Kepuh Desa Gerih
Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi, kondisi bocah tersebut sudah membaik dan sudah
bermain dengan teman-temannya.
Sukarti (43) ibu balita tersebut
menuturkan bahwasanya semenjak melakukan pengobatan alternatif kondisi
kesehatan anaknya sudah mulai membaik.
“ Alhamdulillaah anak saya sudah
bisa bermain semenjak melakukan pengobatan alternatif, semoga cepat pulih
seperti anak-anak pada umumnya ,” ungkapnya.
Sementara itu disaat yang sama
ada rombongan keluarga dari Madiun yang empaty akan kondisi Imam Syafei dan membujuk keluarga
tersebut untuk melakukan pengobatan secara medis melalui program BPJS.
“ Saya sekeluarga turut empaty
setelah membaca berita dari koran namun setelah mengetahui kondisi Imam Syafei
sudah membaik. Dan alangkah lebih baiknya apabila dibawa ke
Rumah sakit untuk mengetahui apa sebenarnya penyakitnya. Untuk masalah biaya bisa didaftarkan melalui program
BPJS, itu sangat membantu apalagi dari teman-teman perwakilan Herox Peduli Ngawi
In Taiwan serta Penggiat Dakwah Rumjase hong Kong bersedia untuk mendaftarkan
serta menanggung biaya angsuran bulanan dari BPJS tersebut, “ umgkap pembesuk dari
Madiun yang tidak mau disebutkan namanya.
Dalam kesmpatan itu pula
perwakilan Herox Peduli Ngawi In Taiwan dan Perwakilan Penggiat Dakwah Rumjase
Hong Kong bersedia membiayai angsuran bulanan
BPJS selama masa pengobatan.
“ Saya atas nama Herox Peduli
Ngawi In Taiwan dan Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong akan membantu mengurus
pendaftaran BPJS untuk Imam Syafei dan akan membayar angsuran bulanannya selama masa pengobatan, ujar Lamito
kordinator Herox dan Rumjase. ( Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI IMAM SYAFEI YANG SUDAH
MEMBAIK KLIK DI SINI
07.36
Suryajagad.com - Hebohnya pemberitaan di media terkait kakak dan adik hidup dipasung selama 3 tahun. Mengetuk hati para pahlawan devisa Hong Kong untuk menggalang bantuan.
Dwi Purwaningsih (33), sejak 12 tahun silam,mengalami gangguan kejiwaan dan 3 tahun hidup dalam pasungan. Mantan penyanyi campursari tersebut tidak sendiri Sang kakak, Eko Prasetyo (37) juga mengalami gangguan kejiwaan, keduanya tinggal di Dusun Manjungsari, Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur.
Depresi 12 Tahun dan Hidup Dalam Pasungan
Written By Byaz.As on Sabtu, 10 Mei 2014 | 07.36
Suryajagad.com - Hebohnya pemberitaan di media terkait kakak dan adik hidup dipasung selama 3 tahun. Mengetuk hati para pahlawan devisa Hong Kong untuk menggalang bantuan.
Dwi Purwaningsih (33), sejak 12 tahun silam,mengalami gangguan kejiwaan dan 3 tahun hidup dalam pasungan. Mantan penyanyi campursari tersebut tidak sendiri Sang kakak, Eko Prasetyo (37) juga mengalami gangguan kejiwaan, keduanya tinggal di Dusun Manjungsari, Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur.
Saat perwakilan Organisasi penggiat dakwah Rumjase
Hong Kong menyambangi kediaman Sulastri (52) dan menyerahkan bantuan. Ibu
kandung kedua kakak beradik ini menuturkan waktu itu tidak punya pilihan lain
terhadap kedua anaknya tersebut. Sebab, kalau tidak dipasung, keduanya bisa
mengamuk dan dapat membahayakan warga lain.
“ Sebenranya tidak tega menyaksikan kedua anak
saya harus mengalami penderitaan ini namun harus bagaimana lagi semua sudah
menjadi kehendak Allah, dan saya yakin yang maha kuasa memberikan ujian dibatas
kemampuan umatnya,ujar Sulsatri ke media ini (10/05/2014)
Dalam kesempatan itu team dari BSDJ TV Streaming
mencoba melakukan pendekatan ke Purwaningsih agar tidak marah dan mengamuk,
dengan cara melakukan bujukan untuk memotong kuku karena sangat membahayakan
orang lain maupn dirinya sendiri. Dikarenakn bila kambuh kedua tangan digigit
serta dicakar.
“ mereka ini perlu diberi perhatian khusus bukan
dijauhi maupun dibenci ,beban mental semua problema keluarga, terkait masalah
asmara maupun kehancuran ekonomi orang tua,” tegas yayuk sambil mensisiri
rambut Purwaningsih.
Sementar itu menurut Sulastri , faktor keuangan
yang menyebabkan dirinya tak bisa berbuat banyak untuk kedua anaknya itu.
Apalagi, saat dibawa ke rumah sakit di Solo dan Surabaya beberapa waktu lalu,
kedua anaknya sama sekali tak ada perubahan. Dan untuk menopang kehidupan keseharian
Sulastri menjadi tukang pijit serta menjual kerupuk untuk dititipkan ke
warung-warung. (Byaz)
SILAHAKAN
LIHAT TAYANGAN LIVE TERKAIT KISAH MANTAN PENYANYI CAMPURSARI DALAM PASUNGAN (KLIK DI SINI
)
19.30
Kerinduan Keluarga Sugiono Dengan Anaknya Yang Terpisah 14 Tahun
Written By Byaz.As on Rabu, 07 Mei 2014 | 19.30
Suryajagad.Com – Semenjak diboyong oleh Muspika Kecamatan Bringin
dari hutan (27/04/2014) kondisi dari keluarga Sugiono makin baik dan terlihat
mulai dapat beradaptasi dengan lingkungan, meskipun masih perlu adanya pantauan
terkait kebersihan serta kesehatan anak-anaknya.
Pada hari Rabu (07/05/2014)
perwakilan dari penggiat dawah RUMJASE Hong Kong yang berada di Indonesia datang
dan mendistribusikan bantuan untuk keluarga Sugiono .
“ Sudah tiga kali ini saya atas
nama Rumjase Hong Kong menyambangi
keluarga dari Sugiono dan pada hari ini memberikan bantuan sekaligus
menengok kondisi anak-anak Sugiono yang
sudah jauh berbeda saat di hutan tersebut,; “ujar Agung perwakilan
Rumjase Hong Kong.
Seusai memberikan bantuan semua
team bercengkrama dengan keluarga dari Sugiono dan alangkah kagetnya atas
pengakuan dari Sugiono yang terpisah dengan anak dari Istri yang pertama sudah
hampir 14 tahun. Dan mendapatkan informasi bahwasanya anaknya yang bernama Suwarni Ningsih berada di Hong Kong.
“ Anakku Suwarni Ningsih sekarang
kamu dimana bapak kangen, apa kamu sudah lupa dengan bapak dan adik- adikmu ,bapak
berharap dengan ditayangkan video ini kamu melihat bapak dan cepat kabari
keadaanmu ,cepat pulang ya nak…..” ungkap Sugiono.
Sementara itu anak-anak dari
Sugiono asik bermain dengan sepeda pemberian tadi. Dan setelah usai
memberikan bantuan semua team rumjase meneruskan perjalanan untuk
mendistribusikan bantuan ke untuk mbah Tarmi yang masih satu wilayah dengan
Sugiono. Seorang janda tua yang sebatang
kara tinggal di rumah yang gentengnya sudah bolong dan sangat membutuhkan
bantuan. (Byaz)
SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE PROSESI PENDISTRIBUSIAN BANTUAN RUMJASE
HONG KONG UNTUK KELUARGA SUGIONO DAN MBAH TARMI KLIK DISINI
16.30
Dijual Cepat Truk Dustro Tahun 2003
Written By Byaz.As on Minggu, 04 Mei 2014 | 16.30
Suryajagad.com
- Karena adanya peremajaan armada, CV KOMBISSOLID menjual cepat truk
dustro tahun 2003 dengan kondisi sangat mulus,mesin baru,bak juga baru,
dijamin anda pasti puas. Disamping itu harga sangat terjangkau dan
harga yang ditawarkan senilai Rp 135.000.000 ( seratus tiga puluh lima rupiah).
Apabila anda berminat silahkan hubungi Rayunk Wongawi contak person 082 330 386 999 + 085 790 515 299
![]() |
| Dijual cepat Truk Dustro Tahun 2003 |
Label:
lowongan kerja,
regional
19.00
AJI Peringati Hari Kemerdekaan Pers
Written By Byaz.As on Jumat, 02 Mei 2014 | 19.00
Suryajagad.com - Mengawali peringatan Hari Kemerdekaan Pers
Internasional atau World Press Freedom Day 2014, Dewan Pers dan Aliansi
Jurnalis Indonesia (AJI) memasang spanduk raksasa sebesar 18 m x 6 m berisi
seruan penuntasan kasus kekerasan jurnalis di dinding depan Gedung Dewan Pers,
Jl Kebon Sirih, Jakarta.
Spanduk dipasang sejak pukul 17.00 WIB, Rabu (30/4) oleh Skyders Bandung yang berjumlah enam orang. Spanduk raksasa itu bergambar grafis Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin, jurnalis Harian Bernas di Yogyakarta yang dibunuh di rumahnya, dan meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.
Warna merah menyala, membuat gambar Udin yang dibuat oleh kelompok grafis Antitank, Yogyakarta itu terlihat menonjol. Di bagian tengah terdapat tulisan Dibunuh Karena Berita. Pada bagian paling kanan, terdapat daftar nama jurnalis yang juga meninggal dan sampai saat ini masih menjadi misteri.
Dalam rilisan Merdeka.com Ketua AJI Indonesia Eko Maryadi mengatakan pemasangan spanduk raksasa adalah upaya yang dilakukan AJI untuk mengingatkan kembali pekerjaan rumah yang sampai sekarang belum digarap.
Kematian Udin ini adalah PR terbesar dunia pers, yang sampai saat ini masih menjadi misteri dan belum diselesaikan oleh polisi. Ini yang akan kita ingatkan terus menerus, kata Ketua AJI yang akrab dipanggil Item.
AJI juga tidak melupakan delapan kasus kematian wartawan lain yang juga masih belum terselesaikan. Dalam catatan AJI, Sejak 1996, sedikitnya telah terjadi 12 kasus pembunuhan jurnalis. Praktik impunitas nyata-nyata dijalankan aparat penegak hukum dengan pembiaran bahkan perusakan barang bukti kasus pembunuhan jurnalis, demi melindungi para pelaku.
Ada delapan jurnalis dibunuh yang kasusnya terbengkalai dan para pelakunya belum diadili, katanya. AJI mencatat pada 2013, ada 40 kasus kekerasan wartawan.
Untuk tahun 2014 ini, Committee to Protect Journalists (CPJ) mencatat ada 14 jurnalis yang meliput di berbagai belahan dunia terbunuh. Data-data itu menunjukkan, di belahan dunia, jurnalis masih menjadi profesi yang membahayakan. Karenanya, seruan keselamatan jurnalis harus terus dilakukan, ungkapnya.(Sumber)
Spanduk dipasang sejak pukul 17.00 WIB, Rabu (30/4) oleh Skyders Bandung yang berjumlah enam orang. Spanduk raksasa itu bergambar grafis Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin, jurnalis Harian Bernas di Yogyakarta yang dibunuh di rumahnya, dan meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.
Warna merah menyala, membuat gambar Udin yang dibuat oleh kelompok grafis Antitank, Yogyakarta itu terlihat menonjol. Di bagian tengah terdapat tulisan Dibunuh Karena Berita. Pada bagian paling kanan, terdapat daftar nama jurnalis yang juga meninggal dan sampai saat ini masih menjadi misteri.
Dalam rilisan Merdeka.com Ketua AJI Indonesia Eko Maryadi mengatakan pemasangan spanduk raksasa adalah upaya yang dilakukan AJI untuk mengingatkan kembali pekerjaan rumah yang sampai sekarang belum digarap.
Kematian Udin ini adalah PR terbesar dunia pers, yang sampai saat ini masih menjadi misteri dan belum diselesaikan oleh polisi. Ini yang akan kita ingatkan terus menerus, kata Ketua AJI yang akrab dipanggil Item.
AJI juga tidak melupakan delapan kasus kematian wartawan lain yang juga masih belum terselesaikan. Dalam catatan AJI, Sejak 1996, sedikitnya telah terjadi 12 kasus pembunuhan jurnalis. Praktik impunitas nyata-nyata dijalankan aparat penegak hukum dengan pembiaran bahkan perusakan barang bukti kasus pembunuhan jurnalis, demi melindungi para pelaku.
Ada delapan jurnalis dibunuh yang kasusnya terbengkalai dan para pelakunya belum diadili, katanya. AJI mencatat pada 2013, ada 40 kasus kekerasan wartawan.
Untuk tahun 2014 ini, Committee to Protect Journalists (CPJ) mencatat ada 14 jurnalis yang meliput di berbagai belahan dunia terbunuh. Data-data itu menunjukkan, di belahan dunia, jurnalis masih menjadi profesi yang membahayakan. Karenanya, seruan keselamatan jurnalis harus terus dilakukan, ungkapnya.(Sumber)
Label:
regional

























