CREW MEDIA ONLINE BYAZ SURYA DJAGAD YANG TIDAK MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISNYA AKAN DI HAPUS DARI DAFTAR ANGGOTA.
BERITA TERBARU
Tampilkan postingan dengan label regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label regional. Tampilkan semua postingan

Perwakilan Rumjase Dari HongKong Santuni Warga Ngawi

Written By Byaz.As on Rabu, 11 Juni 2014 | 17.00


Suryajagad.Net – Keberadaan warga Ngawi yang hidup 15 tahun di hutan bersama dengan istri dan ke empat anaknya membuat banyak pihak yang turut prihatin maupun simpati. Terutama para pahlawan devisa yang berada di Hongkong maupun Taiwan.

Rabu (11/06/2014) Perwakilan organisasi dakwah rumah jamaa’ah semesta (Rumjase) yang diwakila Hani (30) dan Bunda Nia (40) datang langsung dari Hongkong untuk melihat kondisi warga Ngawi tersebut dan menyambangi warga lainnya yang pernah di bantu Rumjase HongKong Peduli

“ Sungguh ini kenyataan yang sangat memilukan15 tahun hidup di gubuk seperti ini, tidak terbayangkan bagaimana rasanya. Awalnya kami melihat tayangan video live dari media suryajagad.net yang guncang di Hongkong. Hari ini dengan mata kepala sendiri sungguh ironis, ujar Hany perwakilan Rumjase Hongkong.



Setelah melihat secara langsung gubuk yang semula ditempati keluarga Sugiono selama 15 tahun rombongan perwakilan Rumjase Hongkong Peduli menyambangi kediaman dari keluarga Setu warga Dusun Lengkong Desa Mojo Bringin untuk membesuk dan melihat secara langsung kondisi Maya yang mengalami sel saraf otak kering dari kecil yang mengakibatkan kelumpuhan total seluruh anggota badannya.

“ Masya Allah begitu beratnya ujian yang engkau berikan untuk keluarga ini. Suami mengalami stroke, anak yang pertama menderita sel saraf otak kering, belum lagi harus merawat anak kembarnya yang masih usia 4 bulan. Perjuangan ibu Marmi sungguh luar biasa,” ungkap Bunda Mia .


Sementara itu Hany salah satu perwakilan Rumjase dari HongKong terpaku dan tak mampu berkata-kata hanya diam dan tidak hentinya airmata menetes terus. Belum ,kering air mata dari Pahlawan Devisa tersebut kordinator Rumjase Ngawi yang dipimpin oleh Rayunk Wongawi mengajak semua rombongan untuk membesuk Lilik gadis asal Desa Kedungprahu yang 15 tahun menderita kelumpuhan total juga seluruh anggota badannya. Bertahan hidup dengan neneknya sementara ibu Lilik meninggal saat dia belum genap usia 1 tahun dan bapaknya semenjak nikah lagi tidak pernah merawat maupun membesuk.

“ Serasa berhenti detak jantung dan dada terasa sesak melihat kondisi Lilik, hanya airmata yang mampu mewakili untuk bicara,” terang Hany.

Kunjungan Perwakilan Rumjase dari Hongkong selain melihat kondisi secara langsung warga Ngawi yang telah diberi santunan tahap pertama juga menyalurkan bantuan ketiga keluarga tersebut. (Byaz)


SILAHKAN LIHAT TAYANGKAN LIVE KEGIATAN RUMJASE HONGKONG DI NGAWI KLIK DI SINI


Menentukan Pilihan Dalam Memilih Pemimpin

Written By Byaz.As on Selasa, 10 Juni 2014 | 07.00

Suryajagad.Net – Pemilihan Presiden dan wakil Presiden sudah diambang pintu, banyak diantara kita kebingungan untuk menentukan siapa yang akan dipilih. Namun kita harus berpartisipasi dan bersikap serius dalam memilih pemimpin. Memilih pemimpin berarti memilih sosok yang akan menjalankan tugas dan amanah kepemimpinan serta mengelola berbagai kebijakan, yang selanjutnya akan berdampak terhadap kondisi komunitas yang dipimpinnya, bisa berdampak positif atau negatif. Dampak positif dan negatif ini bisa berbuah pahala atau dosa karena bermanfaat atau merugikan orang lain.


Sederhananya, memilih pemimpin bisa berdampak pahala atau beban dosa, karena ada dampak dari pilihan yang dilakukan tersebut.Tentu ketentuan pahala dan dosa tersebut menurut ukuran Islam yang menentukan sebuah amal berbuah pahala atau dosa, seperti sengaja dalam memilih pemimpin yang membahayakan sementara ada pemimpin yang lebih baik, perbuatan tersebut bisa berbuah dosa begitu seterusnya.

Memang pada prinsipnya pertanggung jawaban berdasarkan kepada perbuatan individu.  Namun perbuatan seseorang bisa memberikan pengaruh dan dampak kepada orang lain. Seorang muslim akan berfikir panjang dan tidak akan meremehkan perbuatannya sekecil apapun apa lagi jika perbuatan tersebut memiliki dampak dan pengaruh terhadap orang lain. Karena dampak dan pengaruh ini bisa berupa pahala atau bahkan dosa.

Keseriusan dalam memilih pemimpin merupakan bentuk riil mengaplikasikan kepedulian terhadap kondisi sosial-masyarakat. Menegakkan kesaksian ada kalanya memerlukan keberanian dan ketegasan. 

Dalam konteks pemilihan pemimpin, secara riil masih sering ditemukan, seseorang yang memberikan “kesaksian” atau suara, atau bahkan mendustakan “kesaksiannya” lantaran faktor materi yang diraihnya, tanpa memikirkan tanggungjawab serta dampak dari perbuatannya tersebut. Lantaran uang atau janji-janji materi lainnya, idealisme dalam memberikan kesaksian bisa runtuh. Padahal memberikan kesaksian seringkali dianggap hal remeh, sekali lagi,bisa berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat, bahkan lingkup yang lebih luas lagi.(Byaz)

Membangun Keharmonisan Rumah Tangga

Written By Byaz.As on Sabtu, 07 Juni 2014 | 16.36

Suryajagad.Com - Keharmonisan rumah tangga adalah bentuk hubungan yang dipenuhi oleh cinta dan kasih, karena kedua hal tersebut adalah tali pengikat keharmonisan. Kehidupan keluarga yang penuh cinta kasih tersebut dalam islam disebut mawaddah wa rahmah.  Yaitu keluarga yang tetap menjaga perasaan cinta; cinta terhadap suami/istri, cinta terhadap anak, juga cinta pekerjaan. Perpaduan cinta suami-istri ini akan menjadi landasan utama dalam berkeluarga. Islam mengajarkan agar suami memerankan tokoh utama dan istri memerankan peran lawan yaitu menyeimbangkan karakter suami. Pembentukan keluarga hendaknya diniatkan untuk menyelenggarakan kehidupan keluarga yang penuh dengan semangat mawaddah wa rahmah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah dan mendambakan keridhoannya, limpahan hidayah dan taufiq-Nya. Kehidupan keluarga yang didasari oleh niat dan semangat beribadah kepada Allah, insya Allah keluarga yang demikian akan selalu mendapat perlindungan dalam mendapatkan tujuan-tujuannya yang penuh dengan keluhuran. 

Senantiasa memelihara janji suci kedua pasangan yang berlandaskan tuntunan agama. Dalam kehidupannya suami isteri selalu berdiri pada batasan masing-masing berdasarkan hak dan kewajibannya. Kehidupan keluarga yang harmonis terdapat corak kehidupan surgawi. Dalam keluarga semacam inilah rahmat ilahi tercurah. Rumah tangga mereka merupakan pusat pertumbuhan dan perkembangan nilai-nilai kemanusiaan. Anak-anak dari keluarga ini akan menebarkan rasa kasih sayang juga. Kehidupan rumah tangga dijadikan ajang untuk meraih kesempurnaan, dengan ketentraman keluarganya mereka berusaha mendekatkan diri kepada Allah, dan jalan yang mereka tempuh adalah jalan Allah, akhirnya hasil jerih payah mereka adalah kebahagiaan

Kasih sayang yang tertanam dalam hati dan menjadi kelembutan dalam sikap, tindakan dan ucapan akan memberikan hamba tersebut ketenangan kalbu. Karenanya pasangan yang tingkah lakunya lembut akan mendapatkan banyak kebahagiaan dalam kehidupannya.

Cinta akan berakar pada temperamen yang lembut pada siapapun yang dicintai. Begitu pula dalam keluarga, jika suami mempu besikap lembut pada istrinya, terhadap anaknya, terhadap manyarakat, maka suasana akan dirasa nyaman, keluarga menjadi harmonis, punya banyak teman, disukai dan dihormati oleh masyarakat menjdi tuntunan bukan menjadi tontonan. (Byaz)

Rumjase Santuni Penderita Gizi Buruk

Written By Byaz.As on Senin, 02 Juni 2014 | 04.28


Suryajagad.Net – Jawahirul Arif Mustofa (3) harus mengalami nasib yang kurang beruntung, balita tersebut diduga menderita gizi buruk. Kondisi anak dari pasangan Masrukhin (31) dan Ghorotul Fitriah (27) warga Dusun Klampisan Desa Munggut Padas Ngawi sangat memperihatinkan. Usia 3 tahun balita tersebut hanya tergolek dan kemana-mana masih selalu dalam gendongan ibunya.

Menurut penjelasan dari  Ghorotul Fitriah ibu balita tersebut Senin (02/06/2014) ke media suryajagad.net bersama Perwakilan Rumjase Hongkong peduli saat menyambangi kediamannya untuk memberikan santuanan, bahwasanya saat lahir kandungan baru usia 7 bulan berat badan bayinya hanya 2.3 kg dan kondisi bibir sumbing.

“  Saat melahirkan  usia kandungan saya baru 7 bulan dan berat badan anak 2,3 kg nga sudah berusaha untuk namun yang membuat kaget kondisi bibir sumbing ,” jelasnya.

Ditambahkan, pada usia menginjak satu tahun ada program operasi gratis di Klaten dan saya bawa kesana, namun operasinya baru bibir untuk rahang belum bisa di operasi, semenjak itu sampai saat sekarang kondisi pertumbuhan anak sangat lambat, usia 3 tahun belum bisa apa-apa, kami sekeluarga sudah berusaha untuk berobat namun masih tahap ke alternatif sebenarnya ingin membawa ke Dokter ahli saraf namun tidak punya biaya,” ungkap ibu balita tersebut.

Gizi buruk merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang karena kurangnya asupan nutrisi atau jumlah nutrisi yang ada masih dibawah standar. Beberapa nutrisi yang dimaksud seperti karbohidrat, protein serta kalori. Salah satu masalah gizi yang paling utama dan paling sering dialami balita adalah kekurangan energi protein.

Masalah ekonomi yang rendah merupakan salah satu faktor yang sangat dominan dialami oleh banyak keluarga. Dalam mencukupi kebutuhan gizi anak banyak orangtua yang merasa kesulitan, penyebabnya adalah keadaan ekonomi yang lemah, penghasilan dari pekerjaan kurang mencukupi dan harga dari bahan makanan yang mahal. Padahal, masa kritis gizi buruk yang dialami anak terjadi pada usia antara 1 sampai 3 tahun . (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI BALITA DUGAAN MENDERITA GIZI BURUK KLIK DI SINI

 

Gadis Warga Kedungprahu 15 Tahun Terbaring Kaku

Written By Byaz.As on Sabtu, 31 Mei 2014 | 06.00

Suryajagad.Com – Lilik (15) harus mengalami nasib kurang beruntung, semenjak usia 7 bulan harus kehilangan Ibu kandung.  Suyati ibunda dari Lilik wafat pada saat lilik belum genap usia 1 tahun dan dia harus dirawat oleh sang nenek.

Sementara itu ayah kandung Lilik tidak ada kepedulian untuk merawat karena kondisi dari Lilik lahir kurang sempurna. Untuk merawat dan membesarkan cucunya, Kariyem (53) warga Dusun Muguh Raya Desa Kedungprahu Kecamatan Padas tersebut harus banting tulang demi mendapatkan sesuap nasi , terkadang juga mendapat belas kasihan dari tetangga.

Derita Lilik tersebut berawal dari usia 1 tahun mengalami panas tinggi, karena keterbatasan biaya nenek tersebut tak mampu membawa berobat ke Rumah sakit hanya dirawat di rumah. 

Kondisi dari Lilik dari usia 1 tahun hingga sekarang usia 15 tahun sangat memperihatinkan, seluruh anggota badanya lumpuh total, kesehariannya hanya terbaring tidak berdaya di ranjang reot neneknya sambil mengunyah tempe mentah.

“ Sudah 15 tahun cucuku harus mengalami nasib begini,terbaring dan saya tidak bisa meninggalkannya, untuk kebutuhan hidup diberi oleh tetangga sekitar dan agar lidahnya menjulur saya beri tempe mentah untuk di emut,” jelas nenek tersebut.

Ditambahkan, Ayah kandungnya sudah lama tidak pernah datang untuk menjeguk maupun mencukupi kebutuhan anaknya, mungkin malu melihat kondisi anaknya yang lahir dan tumbuh tidak normal layaknya anak-anak lainnya, sering saya menangis bila melihat kondisi Lilik, jika saya nanti dipanggil oleh yang maha kuasa siapa yang akan merawat cucu saya ini , “ ungkapnya.

Saat media ini bersama dengan perwakilan Rumjase Hong Kong peduli menyambangi dan memberikan bantuan untuk Lilik (30/05/2014) ada pemandangan yang sangat membuat merinding seluruh badan. Ketika perwakilan Rumjase memberikan susu kotak kesukaan Lilik , tiba-tiba gadis tersebut berucap meskipun dengan suara terbata-bata.

“ Adike paringi susune , aku pingin tumbas baju anyar ( adike di bagi susunya, akau ingin beli pakaian baru) ujar Lilik sambil tersenyum.

Sontak semua yang hadir meneteskan airmata, rasa peduli dan berbagi tumbuh dalam hatinya meskipun dengan keterbatasan seluruh anggota badannya. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE UNTUK KONDISI GADIS YANG SELAMA 15 TAHUN TERBARING TIDAK BERDAYA NAMUN BERHATI MULIA ( KLIK DI SINI ) 

Kerinduan Keluarga Sugiono Ingin Bertemu Suwarni Ningsih

Written By Byaz.As on Jumat, 30 Mei 2014 | 07.30


Suryajagad.Com– Simpang siur pemberitaan terkait keberadaan Suwarni Ningsih (27) Putri dari Sugiono warga Dusun Genengan Barat Desa Bringin Kecamatan Bringin terjawab sudah. Suminem (40) istri pertama Sugiono yang sudah belasan tahun nikah lagi dengan warga Dusun Sidorejo Desa Munggut Kecamatan padas Ngawi , menjelaskan keberadaan dari Putrinya.

“ Anak saya tidak pernah di Hong Kong namun berada di Malaysia sudah hampir 8 tahunan dan saat ini sudah berumah tangga dengan warga asli sana dan saat ini sudah memiliki 2 anak,”terangnya.

Ditambahkan, selama anak saya merantau hampir 8 tahun itu belum pernah pulang namun dia sering untuk telpon koq, sebenarnya kami sangat  kangen ingin bertemu dengan Suwarni Ningsih,” ujar Suminem dengan menahan airmatanya (29/05/2014).

Sementara itu Sugiono saat ditemui media ini menjelaskan terkait keberadaan Suwarni Ningsih yang pada awalnya mengatakan kalu anaknya tersebut berada di Hong Kong.

“ saya mohon maaf atas pernyataan dulu yang mengatakan kalau anak saya bekerja di Hong Kong, informasi keberadaannya itu saya dapat dari tetangga apalagi kami berpisah sudah hampir 14 tahunan dan informasi keberadaan Suwarni Ningsih kalau saat ini di Malaysia dari mantan Istri saya ,” tegasnya. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE PERNYATAAN KELUARGA SUGIONO TERKAIT KEBERADAAN ANAKNYA KLIK DI SINI


Rumjase santuni Balita Penderita Sel Saraf Otak Kering

Written By Byaz.As on Kamis, 29 Mei 2014 | 16.00

Suryajagad.Com – Ibu Marmi (38) mengalami ujian dari yang maha kuasa yang sungguh sangat luar bisa. Semenjak 6 tahun yang lalu Maya anak yang pertama lahir harus mengalami derita sel saraf otak kering yang mengakibatkan lumpuh total. Warga Dusun Lengkong Desa Mojo Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi tersebut juga harus merawat suaminya Setu (55) yang sudah 8 bulan mengalami stroke total. Dan ditambah lagi kelahiran anak yang kedua  lahir kembar . Saat ini usia dari anaknya yang kembar baru usia menginjak 4 bulan.

“ Saya hanya bisa pasrah mengalami ujian dari Allah ini, semenjak lahir Maya anak yang pertama sudah mengalami sel saraf otak yang kering, pernah dirawat di Rumah sakit namun karena keterbatasan biaya akhirnya saya rawat dirumah. Belum lagi bapaknya anak-anak harus mengalami stroke yang sudah 8 bulan, ekonomi keluarga kocar kacir banyak tetangga sekitar yang kadang membantu dan yang sering membuat saya menangis melihat anak saya yang kembar harus minum susu bukan ASI, “ ujar marmi ibu Maya tersebut.

Kondisi yang keluarga sangat memprihatinkan namun Marmi selalu berusah untuk tegar menghadapi semua ujian tersebut dengan sabar, iklas dan berharap ada donatur yang mau membantu untuk kesembuhan anaknya.

Saat media Suryajagad.Net bersama perwakilan Rumjase Hongkong peduli menyambangi dan memberikan bantuan untuk keluarga tersebut disambut dengan linangan airmata. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI MAYA YANG MENGALAMI SEL SARAF OTAK KERING YANG MENGAKIBATKAN LUMPUH TOTAL  KLIK DI SINI


Fogging Dilakukan Setelah Warga Positif Menderita DBD

Written By Byaz.As on Selasa, 27 Mei 2014 | 07.00

Suryajagad.Com – Penyemprotan Fogging dilakukan setelah beberapa keluarga positif menderita DBD (demam berdarah) . Penyemprotan pemberantasan nyamuk Aedes terutama dari jenis aegypti tersebut di Desa Banjaransari Kecamatan padas Ngawi (26/05/2014) oleh Dinas kesehatan Ngawi .

Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes terutama dari jenis aegypti. Nyamuk ini suka meletakkan telurnya di tempat-tempat berisi air bersih, misalnya bak mandi, bak air minum, penampungan air buangan dispenser, kaleng bekas berisi air hujan, ban bekas, pelepah tanaman, dan lain-lain. Kebiasaan lain nyamuk demam berdarah adalah menggigit di siang hari, terutama pagi dan sore hari.

Seringkali, kita tidak menyadari, bahwa di dalam rumah atau di sekitar rumah kita ternyata ada wadah-wadah yang menampung air yang menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes. Oleh karena itu, dibutuhkan selalu kewaspadaan agar tak ada tempat air yang dapat menjadi sarang nyamuk.

Dalam rangka mencegah dan pemeberantasa DBD , Pemerintahan Desa Banjaransari melaporkan ke Dinas Kesehatan Ngawi untuk dilakukannya Fogging.

Fogging adalah upaya pemberantasan nyamuk bukan upaya pencegahan sehingga akan dilaksanakan fogging apabila terdapat kasus DBD dan memenuhi kriteria fogging. Upaya pencegahan terhadap kasus DBD adalah dengan melaksanakan 3 M (Menguras, menutup,Mengubur ).

 Prosedur Fogging adalah sebagai berkut:

1.Terdapat laporan kasus DBD dari Desa atau Rumah Sakit.

2. Ada pemberitahuan dari Desa ke Puskesmas setempat.

3. Puskesmas menindak lanjuti laporan dari desa dengan melaksanakan Penyeledikan          Epidemiologi yang tujuannya adalah mengetahui ada tidaknya penderita DB yang lain atau menemukan tersangka DBD dan melaksanakan pemeriksaan jentik pada radius 100 m dari penderita.

4. Apabila hasil Penyelidikan Epidemiologi menyebutkan ada penderita DB yang lain dan atau ditemukan ≥ 3 tersangka serta ditemukan ≥ 5 % rumah terdapat Jentik nyamuk, maka puskesmas akan meneruskan permohonan fogging ke Dinas Kesehatan.

5. Tetapi apabila hasil PE tidak sesuai dengan kriteria diatas, maka puskesmas akan menindak lanjuti dengan PSN, pemberian abate dan Penyuluhan tanpa dilanjutkan fogging.

Fogging sebenarnya kurang EFEKTIF apabila tidak ditindaklanjuti dengan gerakan 3 M. Mencegah lebih efektif dari pada mengobati atau memberantas. (Byaz)

Perajin Wayang Kulit Yang Terpinggirkan Oleh Jaman

Written By Byaz.As on Senin, 26 Mei 2014 | 08.00

Suryajagad.Com – Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Dan untuk melestarikan keberadaan seni budaya Wayang Kulit agar tidak tergerus oleh budaya-budaya modern di  Dusun Sidomulyo Desa Mendiro Kecamatan Ngrambe kabupaten Ngawi ada seorang perajin namun kehidupannya sangat memprihatinkan.

Saat media Suryajagad.Net bersama perwakilan Herox Peduli Ngawi In Taiwan dan organisasi Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong (24/05/2014)  menyambangi kediaman Mbah Jiman (50) warga desa Mendiro tersebut untuk melihat secara langsung kondisi maupun prosesi pembuatan Wayang Kulit.

“ Sudah dari dulu saya menekuni usaha pembuatan wayang kulit namun karena keterbatasan permodalan ya begini adanya, disamping itu harga dalam penjualan tidak sesuai dengan jerih payah pembuatannya namun begitu harus bagaimana lagi untuk mencukupi kebutuhan keluarga ya dari hasil membuat wayang,” terang Mbah Jiman sambil melukis Wayang Kulit.

Mbah Jiman ,perajin wayang Kulit tersebut hidup dengan pas-pasan, untuk mecukupi kebutuhan keluarganya dia harus mengayuh sepeda ontelnya untuk menjajakan Wayang Kulit hasil lukisannya dari Desa ke Desa. Untuk satu Wayang Kulit membutuhkan waktu hampir dua hari dalam pembuatannya dan dalam dia menjajakan hasil karyanya minimal sehari hanya laku satu hingga dua Wayang dengan harga per satu Wayang hanya Rp. 10,000 tergantung dari bahan wayangnya.

Dalam kesempatan itu perwakilan Herox Peduli Ngawi In Taiwan dan Rumjase Hong Kong peduli, memberikan bantuan untuk permodalan serta untuk kebutuhan sehari-hari. Para pahlawan Devisa yang berada di taiwan maupun Hong Kong sangat perihatin dengan kondisi dari pelestari budaya Wayang Kulit tersebut. Berharap dengan tindakan mereka akan dicontoh pihak-pihak lain, bahwasanya pelestari budaya perlu untuk diperhatikan. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI DAN PROSESI PEMBUATAN WAYANG KULIT KLIK DI SINI

Purwaningsih Mantan Campursari Dipasung Kembali

Written By Byaz.As on Sabtu, 24 Mei 2014 | 17.00

Suryajagad.Com– Pemandangan yang sangat memilukan dan sangat ironis dijaman sekarang ini masih ada pemasungan  karena faktor ekonomi. Nasib na’as tersebut harus dialami mantan penyanyi campursari Purwaningsih (33) warga Dusun Manjungsari Desa Wakah Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi.


Sudah hampir beberapa hari Purwaningsih harus dipasung oleh warga sekitar dikarenakan membahayakan keselamatan lingkungan.

“ Sebenarnya kami tidak tega harus merantai Purwaningsih , namun karena sangat membahayakan keselamatan warga,kami sepakat untuk dirantai didalam rumah,” ujar Sutrisno Jogoboyo Dusun Manjungsari  (24/05/2014).


Dalam kesempatan kunjungan dan penyerahan bantuan untuk keluarga Sulastri tahap kedua, perwakilan Herox Peduli Ngawi In Taiwan dan Organisasi Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong yang dikordinatori oleh Rayunk Wongawi beserta Lamito, berusaha untuk membujuk Purwaningsih dan Sulastri (Ibu Purwaningsih -Red) agar mau dibawa berobat ke Rumah sakit.


“ Melihat kondisi dari Purwaningsih ini sangat menyedihkan dan sangat ironis dijaman sekarang masih ada pemasungan, oleh sebab itu alangkah lebih baiknya untuk segera dirawat kembali dirumah sakit,” jelas Rayunk Wongawi pembina IPTD BYAZ SURYA DJAGAD. (Byaz)


SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI PURWANINGSIH DALAM PASUNGAN KLIK DI SINI

Resepsi Pernikahan Kapten Teknik Ali Mustofo

Written By Byaz.As on Selasa, 20 Mei 2014 | 16.00

Suryajagad.Net - “ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. “ (Ar-Rum: 21)

Oleh sebab itu, menikah merupakan keharusan bagi setiap pribadi muslim yang berkemampuan dan takut terjerumus dalam perbuatan dosa. Siapa saja yang telah memiliki bekal menikah hendaknya ia segera menikah,karena dikhawatirkan ia terjatuh dalam perbuatan dosa.

Dasarnya adalah sabda RasuluLlah:

“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kamu yang memiliki kemampuan hendaknya ia segera menikah. Karena menikah itu akan lebih menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Barangsiapa yang belum mampu,maka ibadah shaum (puasa) merupakan salah satu peredam nafsu syahwat baginya. (Shahih Bukhari IX/106), Muslim IX/172).

Selasa (20/05/2014) gelaran pesta ngunduh temanten di kediaman Kapten Teknik Ali Mustofo yang mempersunting Letnan Satu Erna Rumdani,A.Mg sangat meriah dan penuh dengan balutan adat jawa. Meskipun dengan acara sederhana namun terkesan istimewa. 

Dalam acara resepsi pernikahan tersebut nampak senyum kebahagian dari kedua mempelai dan saat melakukan acara sungkeman kedua mempelai terharu hingga tidak kuasa menahan air matanya.

“ Sungguh saya tidak kuasa untuk menahan rasa haru ,bahagia apalagi saat melakukan sungkeman gemetar seluruh badan,” terang Ali ke media ini.

Ditambahkan, saya atas nama keluarga maupun pribadi terima kasih atas doa restu dan kehadirannya dan mohon maaf apabila ada sesuatu hal yang kurang berkenan,”ungkapnya. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE PROSESI PELAKASANAN NGUNDUH TEMANTEN TERSEBUT KLIK DI SINI

Keluarga Depresi Merawat Bayi

Written By Byaz.As on Senin, 19 Mei 2014 | 17.00


Suryajagad.Com– Sudah jatuh harus tertimpa tangga , inilah nasib yang harus dialami Sulastri (25) warga Desa Sukowiyono 2 Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi. Hidup dalam lingkungan keluarga yang mempunyai keterbatasan mental. Bapaknya Sadi (50) semenjak usahanya bangkrut mengalami depresi berat, ibunya yang bernama Kemi (45) menjadi tulang punggung keluarga dengan meminta sedekah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sedangkan dirinya sendiri mengalami depresi  semenjak lulus SD yang sangat ingin bisa melanjutkan sekolah ke Madrasah namun  orang tua tidak mampu membiayainya.

Semenjak itu Sulastri jadi pendiam, menurut keterangan dari Surtami (40) tetangganya , sebenarnya Sulastri anaknya pandai namun karena kondisi keluarga menyebabkan dia stres berat.

“ Dulu Sulastri anaknya pandai namun karena masalah ekonomi keluarga serta keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke Madrasah tidak tercapai menyebabkan kondisi seperti saat ini, ditambah lagi menikah dengan seorang pemuda pengangguran juga mengalami keterbatasan mental, jadi saya sebagai tetangga selalu memantau kondisi dari anak Sulastri yang usianya saat ini menginjak 9 bulan,” jelas Suratmi.

Saat media online www.suryajagad.net bersama dengan perwakilan Rumjase Hong Kong menyambangi keluarga tersebut untuk memberikan bantuan , tersentak kaget dan rasa tidak percaya melihat kondisi dari anak Sulastri yang masih usia 9 bulan , terbaring di tikar dengan kondisi lantai dari tanah yang basah, keadaan bayi ngompol seluruh pakaian basah tidak diganti hanya dipandangi oleh sang ibu.

“ Masya Allah……ironis dan sangat memperihatinkan kondisi adik bayi ini,”ujar Agung perwakilan Rumjase Hon Kong.

Dalam kesempatan itu pula team BSDJ TV STREAMING bersama dengan IN TV STREAMING mengecek seluruh kondisi rumah tersebut dan sangat ironis kondisi dalam rumah, sangat tidak layak untuk tempat tinggal apalagi untuk merawat bayi. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI DARI KELURGA DEPRESI MERAWAT BAYI KLIK DI SINI

Rumjase Hong Kong Peduli Warga Ngawi

Written By Byaz.As on Minggu, 18 Mei 2014 | 16.00

Mbah Suginem 1 Tahun Lumpuh
Suryajagad.Com - Kiprah pahlawan devisa yang berada di Hong Kong patut untuk ditiru, meskipun diantara kesibukan bekerja masih menyempatkan diri untuk penggalangan dana maupun menyisihkan rejekinya untuk membantu sesama yang membutuhkan. 

Para TKW/TKI Hong Kong tersebut membentuk suatu perkumpulan Organisasi Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong. Dan pada hari Minggu (18/05/2014) menyambangi warga Dusun Belik Watu Desa Sumber Bening Kecamatan Bringin dan menyalurkan bantuan. Suginem (65) warga Dusun Belik Watu Desa Sumber Bening menderita gejala stroke sudah hampir satu tahun serta lumpuh total. Nenek tersebut hidup sebatang kara, tidak mempunyai anak, suami sudah meninggal. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya warga sekitar bergantian mengulurkan bantuan.

“ Sudah hampir setahun tidak bisa pindah dari tempat tidur, untuk kebutuhan keseharian saya diberi tetangga sekitar, bila malampun saya sendirian,” terang Suginem terbata-bata pada media ini.

Sungguh sangat ironis dan menyedihkan melihat kondisi dari Suginem (65) dalam usia senjanya hidup penuh derita dan tidak mempunyai keluarga. Dalam kesempatan tersebut perwakilan Rumjase Hong Kong menyerahkan bantuan.

“ Tidak terbayangkan bila malam sendiri dengan kondisi begini,rumah yang gentengnya sudah bocor,tiang rumahnyapun juga sudah diganjal belum lagi beliau tidak bisa kemana-mana, hanya tergolek di tempat tidur, “ ujar Rayunk.


Mbah Sadinem Dan Mbah Wadinem Saat di Sambangi Team Rumjase
Sementara itu seusai menyambangi dan memberikan bantuan untuk Mbah Suginem, perwakilan Rumjase Hong Kong beserta team pindah ke kediaman Mbah Wadinem (Ganthi) (60) dan Mbah Sadinem (65) yang jarak rumahnya 100 meter dari kediaman Mbah Suginem.

Dalam kunjungan tersebut Perwakilan Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong juga menyalurkan bantuan. Wadinem atau tetangga sekitar memanggil Mbah Ganthi juga hidup sebatang kara ,rumahnya yang juga sangat sederhana tanpa penerangan listrik, untuk kebutuhan sehari-harinya juga dibantu tetanga sekitar. Dan Mbah Sadinem kakak dari Mbah Ganthi juga tidak jauh berbeda nasibnya. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVENYA KEGIATAN RUMJASE MENYALURAN BANTUAN WARGA NGAWI 

Mbah Sumirah Tetap Sumringah Berkarya, Mbah Saimin Terbaring Tak Berdaya

Written By Byaz.As on Rabu, 14 Mei 2014 | 18.00

Mbah Sumirah Penganyam Kukusan
Suryajagad.Com – Meskipun sudah usia senja namun terus bekerja dan berusaha untuk mecukupi kebutuhan hidup.  Dengan keahlian keterampilan menganyam bambu menjadi kukusan dijadikan sumber pendapatan meskipun nilainya tidak sesuai dengan jerih payah yang dilakukan. Mbah Sumirah (70) warga dusun Waler Desa Pleset Kecamatan Pangkur kabupaten Ngawi ini  setiap hari melakukan pekerjaan menganyam bilahan bambu dijadikan kukusan untuk menghidupi anaknya  Rawi (33) yang cacat semenjak lahir.

Saat media ini datang bersama dengan perwakilan penggiat dakwah Rumjase Hong Kong  menyambangi kediamannya untuk memberikan bantuan (14/05/2014), perempuan tua tersebut sedang asik menganyam.

“ Dalam sehari minimal bisa menghasilakan anyaman 4 sampai dengan 5 biji dan hasil anyaman tersebut saya jual ke pasar Pilang, bahkan sampai ke pasar Brangkal maupun Krawut dengan berjalan kaki hampir 8 km. Itupun tidak setiap hari ke pasar tergantung hasil anyamannya berapa,” jelas mbah Sumirah dengan logat jawa.

Ditambahkan, dalam penjualan hasil anyaman tersebut satu kukusan saya jual dengan harga Rp.2,000 kadang kalau tidak laku saya jual Rp. 1,500. Dalam penjualan kadang sehari hanya laku 4 sampai dengan 5 biji, dari hasil penjual tersebut saya belikan beras dan kebutuhan lainya, “ terangnya.

Mbah Saimin 4 Bulan Terbaring Di Tempat Tidur Karena Penyakit Yang Mendera


Mbah Sumirah masih beruntung diberi kesehatan ,berteduh ditempat yang tidak kehujanan meskipun sangat sederhana rumah yang di tempati yang terbuat dari bambu berlantaikan tanah. Beda lagi yang dialami Mbah Saimin kakek usia (60) asal desa Sukowiyono Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi . Sudah 6 tahun mengalami sakit pernafasan dan 4 bulan terbaring di ranjang tanpa bisa melakukan aktifitas apapun.

“ Sudah 6 tahun saya menderita sakit pada pernafasan tidak bisa berbuat apa-apa dan saya terbaring ini sudah 4 bulan, untuk buang air kecil maupun buang air besar tidak bisa pindah dari tempat tidur, ya tempat tidur ini juga jadi WC dan kamar mandi ,” ungkap mbah Saimin.

Sangat ironis dan memperihatinkan melihat kondisi Mbah Saimin tersebut. Perwakilan penggiat dakwah Rumjase Hong Kong yang datang untuk memberikan bantuan, terdiam dan lemes melihat keadaan Mbah Saimin. Dalam kesempatan itu pula team yang di motori dua media online www.suryajagad.net dan www.infongawi.com melakukan kordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk segera membawa mbah Saimin untuk dirawat di Rumaha sakit. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI MBAH SUMIRAH DAN MBAH SAIMIN KLIK DI SINI


25 Dalang Cilik Ngawi Sambut Kedatangan Gubernur Jawa Timur

Written By Byaz.As on Selasa, 13 Mei 2014 | 18.00

Suryajagad.Net - Pusat peringatan bulan bakti gotong royong masyarakat yang ke XI dan hari kesatuan gerak PKK yang ke 42 Provinsi  Jawa Timur 2014 di selenggarakan di Alun-Alun merdeka  Kabupaten Ngawi.

Dalam acara tersebut dihadiri Gubernur  Jawa Timur Soekarwo beserta ibu dan wakil Gubernur Saifullah Yusuf beserta ibu juga dihadiri Bupati dan Walikota se Jawa Timur. Saat tiba di Alun-Alun Merdeka Ngawi , Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur tersebut di sambut dengan penampilan pentas seni wayang kulit dibawakan 25 dalang cilik (13/04/2014).

Sementara itu salah satu dalang cilik asak SDN 2 Kedung Prahu Kecamatan Padas Arjuna Setiawan ( 15) didampingi Kepala sekolahnya Edi Sulistyo menuturkan, pentingnya melestarikan kebudayaab daerah.

“ Mulai dari usia dini sangat penting untuk mengenalkan seni budaya pada anak-anak apalagi anak yang sudah masuk SD, jangan samapi warisan nenek moyang tergerus oleh jaman ,” teramg Kepala Sekolah tersebut.

Dalam gelaran acara tersebut ,semua pengunjung yang hadir terhipnotis gerak tarian “ Kalis Rubedo “ sebuah tarian yang mempunyai makna pengusiran segala macam ruh jahat dan sebagai tarian penolak balak.

“ Sungguh sangat luar biasa tariannya dan penuh makna yg tersembunyi,kreasi gerakan maupun musik gamelan pengiringnya membuat merinding,” ujar salah satu pengunjung dari Situbondo.

Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono dalam samb utanya menjelaskan, semua keberhasilan pemerintahan Ngawi dibergai sektor baik Provinsi maupun Nasional.

Prestasi yang diraih antara lain juara II Lomba Gotong Royong tingkat Propinsi Jatim, masuk nominasi 6 besar dalam kategori lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Nasional dan masuk nominasi 2 besar dalam Lomba Pro Poor Award Tingkat Provinsi Jawa Timur. 

Sementara itu Pakde Karwo dalam sambutannya menjelaskan pentingnya meningkatkan semangat kegotong royongan masyarakat serta  meningkatkan tarap ekonomi berbasis pedesaan ( Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE PENAMPILAN 25 DALANG CILIK SAMBUT KEDATANGAN GUBERNUR JAWA TIMUR DI NGAWI KLIK DI SINI 

Herox Dan Rumjase Biayai BPJS Imam Syafei Selama Masa Pengobatan

Written By Byaz.As on Minggu, 11 Mei 2014 | 04.21

Suryajagad.Net – Anak bungsu pasangan Suhadi (53) dan Sukarti (43), Imam Syafei (5)  diduga menderita gangguan pada usus 12 sehingga mengakibatkan perutnya membuncit dan susah untuk buang air besar (BAB).

Saat media Online Byaz Surya Djagad www.suryajagad.net bersama dengan perwakilan Herox peduli Ngawi In Taiwan dan perwakilan penggiat dakwah Rumjase Hong Kong menyambangi kediaman Imam Syafei di Dusun Kepuh Desa Gerih Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi, kondisi bocah tersebut sudah membaik dan sudah bermain dengan teman-temannya.

Sukarti (43) ibu balita tersebut menuturkan bahwasanya semenjak melakukan pengobatan alternatif kondisi kesehatan anaknya sudah mulai membaik.

“ Alhamdulillaah anak saya sudah bisa bermain semenjak melakukan pengobatan alternatif, semoga cepat pulih seperti anak-anak pada umumnya ,” ungkapnya.

Sementara itu disaat yang sama ada rombongan keluarga dari Madiun yang empaty  akan kondisi Imam Syafei dan membujuk keluarga tersebut untuk melakukan pengobatan secara medis melalui program BPJS.

“ Saya sekeluarga turut empaty setelah membaca berita dari koran namun setelah mengetahui kondisi Imam Syafei sudah membaik. Dan alangkah lebih baiknya apabila dibawa ke Rumah sakit untuk mengetahui apa sebenarnya penyakitnya. Untuk masalah biaya bisa didaftarkan melalui program BPJS, itu sangat membantu apalagi dari teman-teman perwakilan Herox Peduli Ngawi In Taiwan serta Penggiat Dakwah Rumjase hong Kong bersedia untuk mendaftarkan serta menanggung biaya angsuran bulanan dari BPJS tersebut, “ umgkap pembesuk dari Madiun yang tidak mau disebutkan namanya.

Dalam kesmpatan itu pula perwakilan Herox Peduli Ngawi In Taiwan dan Perwakilan Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong bersedia membiayai  angsuran bulanan BPJS selama masa pengobatan.

“ Saya atas nama Herox Peduli Ngawi In Taiwan dan Penggiat Dakwah Rumjase Hong Kong akan membantu mengurus pendaftaran BPJS untuk Imam Syafei dan akan membayar angsuran bulanannya selama masa pengobatan, ujar Lamito kordinator Herox dan Rumjase. ( Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI IMAM SYAFEI YANG SUDAH MEMBAIK  KLIK DI SINI

Depresi 12 Tahun dan Hidup Dalam Pasungan

Written By Byaz.As on Sabtu, 10 Mei 2014 | 07.36


Suryajagad.com -  Hebohnya pemberitaan di media terkait kakak dan adik hidup dipasung selama 3 tahun.  Mengetuk hati para pahlawan devisa Hong Kong untuk menggalang bantuan.

Dwi Purwaningsih (33), sejak 12 tahun silam,mengalami gangguan kejiwaan dan 3 tahun hidup dalam pasungan. Mantan penyanyi campursari tersebut tidak sendiri Sang kakak, Eko Prasetyo (37) juga mengalami gangguan kejiwaan, keduanya tinggal di Dusun Manjungsari, Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur. 

Saat perwakilan Organisasi penggiat dakwah Rumjase Hong Kong menyambangi kediaman Sulastri (52) dan menyerahkan bantuan. Ibu kandung kedua kakak beradik ini menuturkan waktu itu tidak punya pilihan lain terhadap kedua anaknya tersebut. Sebab, kalau tidak dipasung, keduanya bisa mengamuk dan dapat membahayakan warga lain. 

“ Sebenranya tidak tega menyaksikan kedua anak saya harus mengalami penderitaan ini namun harus bagaimana lagi semua sudah menjadi kehendak Allah, dan saya yakin yang maha kuasa memberikan ujian dibatas kemampuan umatnya,ujar Sulsatri ke media ini (10/05/2014)

Dalam kesempatan itu team dari BSDJ TV Streaming mencoba melakukan pendekatan ke Purwaningsih agar tidak marah dan mengamuk, dengan cara melakukan bujukan untuk memotong kuku karena sangat membahayakan orang lain maupn dirinya sendiri. Dikarenakn bila kambuh kedua tangan digigit serta dicakar.

“ mereka ini perlu diberi perhatian khusus bukan dijauhi maupun dibenci ,beban mental semua problema keluarga, terkait masalah asmara maupun kehancuran ekonomi orang tua,” tegas yayuk sambil mensisiri rambut Purwaningsih.

Sementar itu menurut Sulastri , faktor keuangan yang menyebabkan dirinya tak bisa berbuat banyak untuk kedua anaknya itu. Apalagi, saat dibawa ke rumah sakit di Solo dan Surabaya beberapa waktu lalu, kedua anaknya sama sekali tak ada perubahan. Dan untuk menopang kehidupan keseharian Sulastri menjadi tukang pijit serta menjual kerupuk untuk dititipkan ke warung-warung. (Byaz)

SILAHAKAN LIHAT TAYANGAN LIVE TERKAIT KISAH MANTAN PENYANYI CAMPURSARI DALAM PASUNGAN (KLIK DI SINI )

Kerinduan Keluarga Sugiono Dengan Anaknya Yang Terpisah 14 Tahun

Written By Byaz.As on Rabu, 07 Mei 2014 | 19.30

Suryajagad.Com – Semenjak diboyong oleh Muspika Kecamatan Bringin dari hutan (27/04/2014) kondisi dari keluarga Sugiono makin baik dan terlihat mulai dapat beradaptasi dengan lingkungan, meskipun masih perlu adanya pantauan terkait kebersihan serta kesehatan anak-anaknya.

Pada hari Rabu (07/05/2014) perwakilan dari penggiat dawah RUMJASE Hong Kong yang berada di Indonesia datang dan mendistribusikan bantuan untuk keluarga Sugiono . 

“ Sudah tiga kali ini saya atas nama Rumjase Hong Kong menyambangi  keluarga dari Sugiono dan pada hari ini memberikan bantuan sekaligus menengok kondisi anak-anak Sugiono yang  sudah jauh berbeda saat di hutan tersebut,; “ujar Agung perwakilan Rumjase Hong Kong.

Seusai memberikan bantuan semua team bercengkrama dengan keluarga dari Sugiono dan alangkah kagetnya atas pengakuan dari Sugiono yang terpisah dengan anak dari Istri yang pertama sudah hampir 14 tahun. Dan mendapatkan informasi bahwasanya anaknya yang bernama  Suwarni Ningsih berada di Hong Kong.

“ Anakku Suwarni Ningsih sekarang kamu dimana bapak kangen, apa kamu sudah lupa dengan bapak dan adik- adikmu ,bapak berharap dengan ditayangkan video ini kamu melihat bapak dan cepat kabari keadaanmu ,cepat pulang ya nak…..” ungkap Sugiono.

Sementara itu anak-anak dari Sugiono asik bermain dengan sepeda pemberian tadi. Dan setelah usai memberikan bantuan semua team rumjase meneruskan perjalanan untuk mendistribusikan bantuan ke untuk mbah Tarmi yang masih satu wilayah dengan Sugiono. Seorang janda  tua yang sebatang kara tinggal di rumah yang gentengnya sudah bolong dan sangat membutuhkan bantuan. (Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE PROSESI PENDISTRIBUSIAN BANTUAN RUMJASE HONG KONG UNTUK KELUARGA SUGIONO DAN MBAH TARMI  KLIK DISINI


Dijual Cepat Truk Dustro Tahun 2003

Written By Byaz.As on Minggu, 04 Mei 2014 | 16.30


Suryajagad.com - Karena adanya peremajaan armada, CV KOMBISSOLID menjual cepat truk dustro tahun 2003 dengan kondisi sangat mulus,mesin baru,bak juga baru, dijamin anda pasti puas. Disamping itu harga sangat terjangkau dan harga yang ditawarkan senilai Rp 135.000.000 ( seratus tiga puluh lima rupiah).

Apabila anda berminat silahkan hubungi Rayunk Wongawi contak person 082 330 386 999 + 085 790 515 299

Dijual cepat Truk Dustro Tahun 2003

AJI Peringati Hari Kemerdekaan Pers

Written By Byaz.As on Jumat, 02 Mei 2014 | 19.00

Suryajagad.com - Mengawali peringatan Hari Kemerdekaan Pers Internasional atau World Press Freedom Day 2014, Dewan Pers dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) memasang spanduk raksasa sebesar 18 m x 6 m berisi seruan penuntasan kasus kekerasan jurnalis di dinding depan Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta.

Spanduk dipasang sejak pukul 17.00 WIB, Rabu (30/4) oleh Skyders Bandung yang berjumlah enam orang. Spanduk raksasa itu bergambar grafis Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin, jurnalis Harian Bernas di Yogyakarta yang dibunuh di rumahnya, dan meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.

Warna merah menyala, membuat gambar Udin yang dibuat oleh kelompok grafis Antitank, Yogyakarta itu terlihat menonjol. Di bagian tengah terdapat tulisan Dibunuh Karena Berita. Pada bagian paling kanan, terdapat daftar nama jurnalis yang juga meninggal dan sampai saat ini masih menjadi misteri.

Dalam rilisan Merdeka.com Ketua AJI Indonesia Eko Maryadi mengatakan pemasangan spanduk raksasa adalah upaya yang dilakukan AJI untuk mengingatkan kembali pekerjaan rumah yang sampai sekarang belum digarap.

Kematian Udin ini adalah PR terbesar dunia pers, yang sampai saat ini masih menjadi misteri dan belum diselesaikan oleh polisi. Ini yang akan kita ingatkan terus menerus, kata Ketua AJI yang akrab dipanggil Item.

AJI juga tidak melupakan delapan kasus kematian wartawan lain yang juga masih belum terselesaikan. Dalam catatan AJI, Sejak 1996, sedikitnya telah terjadi 12 kasus pembunuhan jurnalis. Praktik impunitas nyata-nyata dijalankan aparat penegak hukum dengan pembiaran bahkan perusakan barang bukti kasus pembunuhan jurnalis, demi melindungi para pelaku.

Ada delapan jurnalis dibunuh yang kasusnya terbengkalai dan para pelakunya belum diadili, katanya. AJI mencatat pada 2013, ada 40 kasus kekerasan wartawan.

Untuk tahun 2014 ini, Committee to Protect Journalists (CPJ) mencatat ada 14 jurnalis yang meliput di berbagai belahan dunia terbunuh. Data-data itu menunjukkan, di belahan dunia, jurnalis masih menjadi profesi yang membahayakan. Karenanya, seruan keselamatan jurnalis harus terus dilakukan, ungkapnya.(Sumber)

 
Penerbit : PT CAKRA BUANA RAYA, Akta Nomor :Kep.Kemenkumham RI No : AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Surya Citra News.Com - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad